nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jakarta dan Bali Destinasi Andalan Wisatawan Kalangan Pebisnis hingga Pejabat Asing

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 15:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 12 406 1844025 jakarta-dan-bali-destinasi-andalan-wisatawan-kalangan-pebisnis-hingga-pejabat-asing-TodkXyOU7g.jpg Monas (Foto: Youtube)

INDONESIA jadi salah satu destinasi andalan wisatawan bisnis dari luar negeri. Jakarta dan Bali, dua kota andalan yang mudah akses serta akomodasinya.

Di tahun 2018, kegiatan MICE juga banyak diadakan untuk menarik minat wisatawan. Kegiatan mereka tak sekedar berbisnis, tapi juga untuk mendatangi atraksi wisata menarik di satu destinasi.

BACA JUGA:

Sejak dulu, Jakarta dan Bali selalu disasar oleh para pebisnis, diploma, pejabat, dan banyak kalangan lainnya di dunia usaha. Dua kota ini punya fasilitas exhibition center yang mumpuni, akses direct flight dari negara manapun, hingga akomodasinya yang tidak jauh dari lokasi pertemuan.

Vice Chairperson Education & Institution Indonesia Convention and Exhibition Bureau Christina L Rudatin mengatakan, Jakarta dan Bali sudah sangat siap menerima wisatawan dalam kegiatan Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE). Maka diharapkan ada banyak inovasi baru supaya wisatawan betah saat berbisnis, sembari liburan.

"Kesiapan akses dari direct flight Jakarta dan Bali ada. Fasilitas conference sudah lengkap, hotel di dekat lokasi pertemuan siap, mal, transportasi memadai dan Indonesia bebas visa," terangnya saat ditemui di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018).

Lokasi MICE andalan para pebisnis tersebut sudah hampir terintegrasi penuh. Layaknya lokasi conference di Marina Sand Bay yang juga disasar oleh mereka.

Di kota lain, seperti Yogyakarta, Surabaya, Medan, Bintan, Solo, Lombok masih tergolong jadi destinasi potensial dalam menerima wisatawan pebisnis. Ke depan, jika kota-kota tersebut berbenah, pasti bisa menjadi lokasi andalan para wisatawan yang ingin mengadakan kegiatan MICE.

"Dari kota-kota yang siap itu hampir semuanya mengira kalau hotel punya ballroom saja sudah cukup mendatang wisatawan pebisnis. Tapi faktanya tidak, karena ruang geraknya tidak luas," bebernya.

Indonesia, menurut Christina, menjadi "tambang emas" MICE yang kurang digali. Maka sangat butuh peran pemerintah dalam memperhatikan kedatangan wisatawan kalangan pebisnis hingga diploma tersebut.

BACA JUGA:

"Coba bayangkan, satu kali kegiatan MICE di Indonesia datang per grup bukan per kepala. Spending juga besar, diperkirakan 7 kali lipat daripada wisatawan leisure," tutupnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini