nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Difteri Menurun, Kemenkes Tegaskan Imunisasi Jalan Terus

Vessy Frizona, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 17:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 12 481 1844212 kasus-difteri-menurun-kemenkes-tegaskan-imunisasi-jalan-terus-8Ww6x6G6yz.jpg Pemberian Vaksin difteri harus jalan terus (Foto:Ist)

MEMASUKI 2018 jumlah data penyebaran bakteri difteri belum ter-update lagi. Namun, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) meyakini kasus difteri mulai menurun. Dengan kata lain, tidak ditemukan lagi kasusnya.

Kendati demikian Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila F Moeloek tetap memerintahkan agar imunisasi difteri harus terus berjalan. Hal tersebut ia sampaikan dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9), Jumat (12/1/2018).

"Imunisasi terus dilakukan untuk memastikan kita imun," tegas Menkes Nila di Ruang Serbaguna Roeslan Abdulgani, Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat.

BACA JUGA:

Selain Daun Sirih, Bawang Merah Juga Ampuh Atasi Mimisan

Dalam kesempatan yang sama Nila Moeloek mengingatkan pentingnya imunisasi guna menjaga kekebalan tubuh. Ia menyebut ketersediaan vaksin difteri lebih dari cukup. Sebab produsen vaksin difteri milik negara PT. Bio Farma sedang menghentikan ekspor ke 136 negara karena memprioritaskan kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu.

"Jadi tidak ada alasan kita kekurangan vaksin. Vaksi difteri ini aman digunakan termasuk bagi yang muslim karena tidak menggunakan unsur apa pun dari hewan yang diharamkan, ungkapnya.

Nila juga mengingatkan bahwa penyakit difteri adalah penyakit berbahaya. Bakterinya bisa menyebabkan toksin atau racun yang menyerang jantung. "Saya mengimbau warga yang belum vaksin, segera melakukan vaksin," cetusnya.

Adanya gerakan, Outbreak Response Immunisation (ORI), yang merupakan salah satu upaya penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) suatu penyakit dengan pemberian imunisasi, menurut Menkes Nila merupakan langkah yang ditempuh pemerintah untuk menyergap kuman.

BACA JUGA:

Keajaiban Air Mawar dan Segudang Manfaatnya untuk Kesehatan

"Pada Januari 2016 sudah ada edaran agar setiap daerah menyergap supaya kuman difteri tidak pergi kemana-mana. Saya setiap hari mengingatkan tolong atasi difteri ke setiap dinas kesehatan," katanya.

Terlakait ORI Menkes menerangkan pada Januari 2018 ditargetkan hingga 90 capaiannya. "Hingga saat ini kami sudah melakukan imunisasi hampir 65,12 persen. Kalau sudah mencapai 90 persen diharapkan pertahanan masyarkat kita sudah kuat," sambungnya.

Ia menambahkan dari spesimen yang masuk, 70 persen tidak ditemukan suspect difteri. Hanya terdeteksi 7 persen. Menkes tidak menampik kalau kecurigaan dari segi klinis itu tetap ada.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini