Serukan Vaksin Difteri kepada Seluruh Masyarakat, Halalkah?

Vessy Frizona, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 19:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 12 481 1844263 serukan-vaksin-difteri-kepada-seluruh-masyarakat-halalkah-uawlBkPi9K.jpg Ilustrasi (Foto: Sheknows)

HINGGA saat ini kasus penyebaran difteri masih dalam status penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB). Maka dari itu Kementerian Kesehatan RI menyerukan agar masyarakat melakukan vaksin difteri agar tubuh memiliki daya imun yang kuat.

Namun, isu-isu beredarnya berbagai vaksin yang terbuat dari unsur tidak halal membuat masyarakat Indonesia yang mayoritasnya muslim khawatir sehingga ragu melakukan vaksin difteri. Apakah vaksin difteri yang disediakan aman digunakan?

BACA JUGA:

Untuk menjawab kecemasan tersebut, Direktur PT. Bio Farma, Juliman, selaku satu-satunya produsen vaksin difteri di Indonesia hingga saat ini mengatakan bahwa produknya sama sekali tidak terbuat atau mengandung unsur dari hewan yang diharamkan.

"Kalau ditanya halal atau haram, itu bukan wewenang kami. Itu adalah bagiannya Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang bisa menentukan halal atau haramnya produk vaksin kami," ungkap Julian ketika ditemui Okezone di Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) bertajuk Imunisasi, Difteri, dan Gerakan Antivaksin di Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat (12/1/2017).

Namun Julian megaskan bahwa PT. Bio Farma menerapkan kualitas tinggi dalam memproduksi produk. Selain itu dari 136 negara yang menggunakan vaksin dari PT. Bio Farma, 50 di ataranya adalah negara Islam.

"Produk kami sudah mendapat pengakuan dari WHO (World Health Organization). Terkait kehalalan, negara-negara Islam tersebut tidak mempermasalahkan soal kehalalan, karena mereka menganggap segala jenis pengobatan boleh digunakan," terangnya.

Julian pun memastikan bahwa sebelum vaksin yang diproduksi PT. Bio Farma dijual, akan diuji terlebih dahulu oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Apabila belum mendapat sertifikat dari BPOM, maka vaksin tidak bisa dijual.

Oleh karena itu ia menegaskan bahwa vaksin produksi PT. Bio Farma berkualitas dan aman bagi masyarakat. "Kalau belum dapat sertifikat lulus dari BPOM, vaksin tidak bisa dijual," tegasnya.

BACA JUGA:

Sejauh ini Bio Farma tidak mendahulukan ekspor. Mereka justru menunda ekspor ke UNICEF dan bilateral karena memprioritaskan menyediakan vaksin dalam negeri.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini