nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hukuman Memukul Bokong Anak Bisa Membuat IQ si Kecil Rendah

Vessy Frizona, Jurnalis · Sabtu 13 Januari 2018 15:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 13 196 1844502 hukuman-memukul-bokong-anak-bisa-membuat-iq-si-kecil-rendah-7SDV3U1XAj.jpg Ilustrasi (Foto: Familycare)

TAK bisa dikatakan orangtua yang memukul anak tidak punya perasaan, tapi mungkin juga iya. Biasanya orangtua melayangkan pukulan sebagai bentuk hukuman.

Masih banyak orangtua meyakini pukulan adalah cara bagus untuk mendisiplinkan anak. Orangtua pun merasa tak ada pengaruh apa-apa bagi anak saat dewasa jika dipukul ketika mereka masih kecil.

Area bokong kerap menjadi sasaran pukulan yang diarahkan orangtua ke anak. Mungkin karena area ini tebal dan tidak langsung mengenai tulang. Berbeda jika anak dipukul di kaki, tangan, atau tubuh, pasti lebih sakit daripada bokong.

Terlepas dari itu, penelitian menunjukkan bahwa pukulan dapat berdampak negatif pada anak sampai dewasa, terutama bila berkaitan dengan hubungan. Sekitar 81 persen orang Amerika meyakini pukulan sesekali tidak apa-apa, tapi American Academy of Pediatrics arau asosiasi dokter anak Amerika memperingatkan agar tidak memukul anak-anak. Beberapa negara bahkan punya aturan larangan memukul. Termasuk memukul anak yang dirasa efeknya paling ringan.

Menurut Time, penelitian telah menemukan bahwa anak-anak yang dipukul sering memiliki IQ lebih rendah, lebih agresif, dan lebih cenderung menyalahgunakan obat-obatan dan alkohol. Rasa sakit yang ditimbun anak menghasilkan produksi hormon stres yang lebih tinggi, yang dapat membuat anak-anak kurang mampu untuk mengatasi tekanan lain.

"Tidak hanya itu, tapi juga memiliki efek buruk pada sistem kekebalan tubuh," dikutip dari Familyshare, Sabtu (13/1/2018).

Anak-anak yang dipukul cenderung menjadi orang dewasa yang kasar. Bagaimanapun, mereka telah diajari bahwa ketika seseorang yang lebih besar dari mereka tidak menyetujui suatu tindakan, maka kekerasan bisadigunakan untuk menghentikannya. Itu bisa meningkat menjadi kekerasan dalam rumah tangga dan penganiayaan terhadap anak.

Entah Anda memilih memukul anak atau tidak, ada baiknya memahami risiko dan potensi masalah perkembangan yang akan terjadi. Meskipun mungkin terkecan memukul adalah cara efektif, hal itu dapat menyebabkan masalah seumur hidup bagi anak. Bila memungkinkan, cari cara yang lebih baik untuk mendisiplin anak. Anda bisa melakukannya dengan cara yang sehat dan menghindari konsekuensi buruk di kemudian hari.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini