Unik! Robot Ini Diciptakan untuk Tolok Ukur Penyakit Asma Pada Bayi

Ajeng Dwiri Banyu, Jurnalis · Senin 15 Januari 2018 08:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 15 481 1844928 unik-robot-ini-diciptakan-untuk-tolak-ukur-penyakit-asma-pada-bayi-i8cxxyQaDB.jpg Robot (Foto: Hindustantimes)

PENELITI telah menunjukkan bahwa ketika bayi merangkak di lantai terkadang meningkatkan terhirupnya kotoran, bakteri serta spora jamur yang ada di sekitar. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa paparan inhalasi mikroba dan partikel pembawa alergen dapat meningkatkan munculnya penyakit asma dan alergi pernapasan lainnya.

Para ilmuwan telah mengembangkan bayi robot yang bisa merangkak sehingga dapat membantu memahami bagaimana kotoran dan kuman di lantai mempengaruhi bayi manusia di tahun pertama kehidupan mereka.

Bayi yang merangkak akan mengirup empat kali lipat dari yang orang dewasa  ketika melewati lantai yang sama. Meskipun terdengar mengkhawatirkan, para ilmuwan dari University Purdue di Amerika Serikat mengatakan bahwa kasus ini bukanlah hal yang buruk.

“Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa paparan inhalasi mikroba dan partikel pembawa alergen dalam kehidupan memainkan peran penting dalam perkembangan dan perlindungan terhadap penyakit asma dan alergi.” tutur Brandon Boor seorang asisten professor di Universitas Purdue seperti dilansir Hindustantimes, Senin (15/1/2018).

Gerakan ketika bayi merangkak di lantai akan membangkitkan lebih banyak partikel ke udara dan masuk ke mulut atau hidung karena jarak yang dekat dengan lantai. Untuk mengetahui berapa banyak kotoran yang terhisap oleh bayi, para periset pun akhirnya membuat robot dan mengujinya dengan merangkak pada sampel karpet di rumah.

Mereka pun mengukur dan menganalisis partikel yang masuk ke zona pernapasan bayi. “Kami menggunakan instrumentasi aerosol mutakhir untuk melacak partikel biologis yang mengambang di udara sekitar bayi secara nyata. Robot menggunakan laser untuk menyebabkan bahan biologis seperti sel bakteri, spora jamur, dan partikel lain berpendar.” lanjut Boor.

Para periset menemukan bahwa kumpulan partikel di sekitar bayi robot bisa mencapai 20 kali lipat lebih besar. Anak-anak yang masih sangat muda terkadang suka bernapas menggunakan mulut mereka sehingga partikel tersebut dapat masuk ke paru-paru.

Boor kembali menuturkan bahwa paparan terhadap spesies bakteri dan jamur tertentu dapat menyebabkan penyakit asma. Namun, banyak pula penelitian yang menunjukkan ketika seorang bayi terkena keragaman mikroba yang sangat tinggi, mereka dapat memiliki tingkat asma yang lebih rendah di kemudian hari.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini