Ketiga Anaknya Meninggal di Tanggal yang Sama, Apa yang Sebetulnya Terjadi?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 15 Januari 2018 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 15 481 1844959 ketiga-anaknya-meninggal-di-tanggal-yang-sama-apa-yang-sebetulnya-terjadi-zt1mVSyPl1.jpg Dokter di Rumah Sakit (Foto: Crown)

MEMILIKI keluarga yang utuh tentunya menjadi kebahagiaan bagi sebagian orang. Terkhusus bagi orangtua yang mengetahui pertumbuhan anaknya berjalan sempurna bahkan terbilang lebih baik dari anak lainnya. 

Namun, bagaimana perasaan Anda jika mengetahui anak-anak Anda meninggal dalam waktu yang berdekatan? Sedih sekaligus terkejut mungkin yang bakal Anda rasakan!

Carrick Prentice-Underwood, 19, died on Thursday morning four years after the death of his brother Craig, and seven years on from his sister Charlotte's death

Begitulah yang terjadi dengan keluarga ini. Dilansir dari Daily Mail, Senin (15/1/2018), hati Maggie dan Robert Underwood pecah berkeping-keping. Mereka mungkin hanya bisa pasrah dengan keadaan yang menimpa keluarga kecil ini.

Pasalnya, ketiga anaknya meninggal dalam jangka waktu yang sama dan semua meninggal karena masalah jantung langka! Ya, anaknya yang pertama Carrick Prentice-Underwood yang berusia 19 tahun meninggal pada Kamis pagi, di tanggal yang sama empat tahun setelah kematian anak kedua, Craig (17) dan 7 tahun di tanggal yang sama setelah anak paling kecil, Charlotte (16), meninggal dunia.

Charlotte, 16, was thought to have died of sudden arrythmia death syndrome in 2010, but when Craig, 17, died three years later the family had genetic testing

Pada Daily Mail, Maggie dan Robert menjelaskan, mereka benar-benar merasa "hilang" dan putus asa atas apa yang menimpa semua anaknya. Dikutip BBC, sebagai bentuk kesedihan, orangtua ini coba menggalang dana untuk kesehatan manusia yang mungkin memiliki masalah yang sama seperti anaknya. Masalah langka yang belum diketahui sebab musababnya!

Yayasan yang mereka ciptakan adalah Charlotte & Craig Saving Hearts Foundation. Salah satu tujuan kampanye ini adalah untuk menyosialisasikan defibrillator pada masyarakat luas.

Salah satu penggalang dana yang masih berusia 7 tahun, Mitchell, mengatakan pada yayasan ini bahwa mereka harus terus berjuang untuk menyelamatkan nyawa anak-anak lainnya dari masalah kesehatan ini. Ya, khususnya untuk Carrick.

Dukungan juga keluarga ini kumpulkan dari Facebook. Salah satu postingan keluarga korban menuliskan, "Penggalangan dana ini tidak bisa saya hentikan. Banyak nyawa lainnya yang mesti diselamatkan dan karena kematian yang terjadi begitu tiba-tiba, saya rasa masyarakat mesti paham mengenai masalah ini. Apa yang terjadi pada anak-ana saya sangat membuat saya sedih dan saya tidak ingin itu terjadi pada Anda semua".

Sementara itu, teman dan pendukung keluarga ini telah mendirikan halaman JustGiving untuk membantu keluarga membayar biaya pemakaman Carrick.

Craig Prentice-Underwood was only 17 when he died, after which the family had genetic tests revealing several of their children had rare heart conditions

Sebuah postingan di halaman penggalangan dana yang dituliskan warganet mengatakan bahwa Maggie and Robert adalah pasangan terbaik tanpa pamrih yang pernah ada. Mereka melakukan segalanya untuk membantu mengumpulkan uang guna menyelamatkan nyawa manusia lain, mengubah rasa sakit mereka menjadi hal-hal positif.

"Ini adalah kesempatan kami untuk menunjukkan penghargaan kami atas apa yang mereka lakukan untuk kami, dan untuk membantu keluarga Redditch dalam tragedi."

Perlu Anda tahu, Charlotte, 16, diperkirakan meninggal karena sindrom kematian arrythmia mendadak pada 2010. Karena itu, ketika Craig, 17, meninggal pada 2013, keluarga tersebut menjalani tes genetik.

Dari hasil tes yang didapat, keluarga ini menemui hasil bahwa empat dari keluarga anak-anak lain memiliki sindrom Vascular Ehlers-Danlos.

Di lain sisi, banyak informasi beredar bahwa penggalangan dana yang dilakukan keluarga ini sudah terlihat buktinya. Adalah mereka telah berhasil memiliki defibrilator yang dipasang di sekolah tua Charlotte serta alat tersebut pun tersedia di unit kesehatan lain di daerah tersebut.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini