nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diiming-imingi Duit Rp1 Juta, Para Lelaki Tetap Tak Tertarik Vasektomi

Agregasi Solopos, Jurnalis · Senin 15 Januari 2018 19:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 15 481 1845352 diiming-imingi-duit-rp1-juta-para-lelaki-tetap-tak-tertarik-vasektomi-n7s8CqkeEr.jpg (Foto: Medicaldaily)

DINAS Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Yogyakarta kembali menargetkan 100 pria ikut program keluarga berencana (KB) dengan metode operasi pria (MOP). Target ini sama dengan tahun lalu, mengingat KB MOP atau vasektomi tersebut masih kurang diminati.

Pelaksana Tugas Kepala DPPKB Kota Jogja Eny Retnowati mengaku sudah gencar menyosialisasikan KB pria sampai kader KB di kampung-kampung. Bahkan pria yang sudah melakukan proses vasektomi akan mendapatkan insentif sebesar Rp1 juta.

Namun, masih belum banyak yang mengikuti. Dalam catatan DPPKB, jumlah pria yang sudah KB MOP selama 2017 sekira 53 orang dari target sebanyak 100 orang. “Hambatannya karena mereka belum siap. Ada juga yang tidak diizinkan istrinya,” ujar Eny.

Tahun ini, kata dia, target dan anggaran insentif tetap sama. Eny menyadari KB jenis vasektomi memang tidak semua pria bisa mengikutinya, karena ada persyaratan khusus.

Salah satu syarat yakni sudah memiliki dua anak. Bagi pria yang sudah mantap, meskipun dalam usia subur bisa langsung mendaftar melalui dinas, kader KB di kampung, atau langsung ke Rumah Sakit TNI Dr Sutarto.

Menurut dia, KB MOP dikhususkan bagi pria yang sudah mantap, karena KB tersebut nantinya seumur hidup tidak lagi bisa memiliki anak. Pasalnya saluran spermanya sudah diikat, meski air mani tetap keluar saat ejakulasi. “Untuk bisa memiliki anak lagi, maka dapat melakukan penyambungan kembali atau rekanalisasi,” papar Eny.

(Baca Juga: Bayi Ganteng Mirip Robert Pattinson Jadi Viral di Media Sosial)

Dari sekian jenis KB, Eny mengakui KB jenis MOP yang paling kecil jumlahnya. Paling banyak adalah KB suntik dan pil untuk wanita. Ia menyatakan, ada juga yang melakukan KB alami yang jumlahnya belum bisa terdeteksi.

(Baca Juga: Ketiga Anaknya Meninggal di Tanggal yang Sama, Apa yang Sebetulnya Terjadi?)

Sebelumnya, Eny mengatakan, program keluarga berencana tidak hanya difokuskan pada jumlah anak, tetapi juga pengendalian kemiskinan. DPPKP sudah membentuk kampung KB di semua kecamatan yang berbasis RW. Sebagian besar kampung KB berada di bantaran sungai.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini