nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wow! Bulu Mata Perempuan Ini Sampai Membeku, Apa yang Sebetulnya Terjadi?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 17 Januari 2018 04:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 16 194 1845670 wow-bulu-mata-perempuan-ini-sampai-membeku-apa-yang-sebetulnya-terjadi-O4rteJdVs0.jpg Desa Terdingin (Foto: Dailymail)

APA yang bakal ada di benak Anda ketika mendengar suhu minus 62 derajat selsius? GOD! Suhu 0 derajat selsius saja sudah sangat dingin, apa jadinya dengan suhu sekecil itu? beku seketika kah?

Ya, itulah yang terjadi pada si perempuan di foto ini. Bulu matanya sampai membeku karena suhu di daerahnya mencapai angka -62 derajat selsius. Tidak bisa dibayangkan dengan apapun bagaimana dinginnya kota tersebut.

The remote village is the coldest permanently inhabited settlement in the world

Dilansir dari Daily Mail, Selasa (16/1/2018), kondisi ini terjadi di desa kecil di Siberia bernama Oymyakon. Jangan Anda pikir di daerah sedingin itu tidak ada penghuninya. Sebab, meski dijuluki sebagai kota paling dingin sedunia, jumlah warga yang bertahan di daerah itu masih cukup banyak, yaitu sekitar 500 orang.

Lebih lanjut mengenai kondisi di daerah tersebut, banyak kabar menyebutkan bahwa suhu -50 derajat selsius itu seperti suhu biasa yang terjadi di Januari. Dan Anda tidak akan pernah bisa mengubah hal tersebut!

Angka suhu biasanya tercantum di stasiun cuaca resmi di 'tiang dingin' di sepanjang jalan di kota. Baru-baru ini, alat menunjukan suhu terdaftar minus 59 derajat selsius. Namun penduduk setempat mengatakan bahwa bacaan mereka adalah minus 67 derajat selsius. Dan rekaman-rekaman itu diambil di kota pada tahun 1933.

Temperatures dropped so low in the Russian village that a new electronic thermometer broke at a bone-cracking minus 62CSeorang penduduk desa di Oymyakon mencatat suhu minus 67 derajat selsius, sementara yang lain setuju bahwa pembacaan resmi minus 59 derajat selsius tidak menjelaskan keseluruhan cerita. The Siberian Times menjelaskan bahwa termometer digital dipasang tahun lalu untuk membantu pasar Oymyakon bagi wisatawan. Angka tersebut membuat turis masih mau datang. Padahal. Angka sebetulnya adalah minus 62 derajat selsius!

Berbicara mengenai sejarah kota Oymyakon, desa ini adalah rumah bagi sekitar 500 orang yang kuat bertahan sejak tahun 1920 dan pada 1930an merupakan perhentian bagi penggembala rusa yang akan menyirami ternak mereka dari musim semi termal. Begitulah kota ini mendapat namanya yang diterjemahkan sebagai 'air yang tidak membeku'.

Pemerintah Soviet kemudian membuat daerah tersebut sebagai pemukiman permanen selama sebuah perjalanan untuk memaksa penduduknya yang nomaden untuk meletakkan akar-akarnya. Pada tahun 1933, suhu minus 67.7 derajat selsius tercatat di Oymyakon, diterima sebagai suhu terendah di belahan bumi utara. Suhu yang lebih rendah dicatat di Antartika, tapi di sini tidak ada pemukiman yang dihuni secara permanen.

Masalah sehari-hari yang datang di Oymyakon antara lain pembekuan tinta pena, pembekuan kacamata di wajah orang, dan baterai ponsel yang kehilangan daya total. Penduduk setempat dikatakan meninggalkan mobil mereka sepanjang hari karena takut tidak bisa menyalakannya kembali.

Selanjutnya, di kota ini, mengubur orang mati menjadi tugas yang sulit. Bumi harus terlebih dahulu dicairkan secukupnya agar bisa digali, jadi api unggun dinyalakan selama beberapa jam. Kemudian batubara panas didorong ke samping dan lubang hanya beberapa inci dalamnya digali saat es mulai mencair. Proses diulang selama beberapa hari sampai lubangnya cukup dalam untuk mengubur peti mati. Mengerikan, bukan?

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini