Sebelum Putuskan Nikah dengan Orang yang Pernah Cerai, Perhatikan 4 Hal Ini

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Selasa 16 Januari 2018 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 16 196 1845688 sebelum-putuskan-nikah-dengan-orang-yang-pernah-cerai-perhatikan-4-hal-ini-1nxLjN0vHE.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Memutuskan menikah dengan orang yang pernah bercerai harus melalui pertimbangan yang matang. Meskipun tidak ada yang salah, Anda tidak bisa sembarangan memutuskan untuk membangun rumah tangga dengannya tanpa pertimbangan yang cukup kuat. Bagi seseorang yang baru menikah beberapa tahun tanpa memilki anak, perceraian bisa terasa seperti perpisahan normal. Akan tetapi, perceraian untuk seseorang yang sudah menikah lama atau memiliki anak masalahnya tentu jauh lebih rumit.

Terlepas dari keadaan pernikahan sebelumnya, seorang psikolog klinis di Manhattan, Joseph Cilona, ​​Psy.D. mengatakan bahwa perceraian juga bisa memengaruhi bagaimana seseorang menjalani hubungan asmara yang baru. Maka dari itu, ada beberapa hal yang perlu Anda tanyakan dan cari tahu jika berencana menikah dengan laki-laki atau wanita yang pernah bercerai:

1. Pastikan perceraiannya sudah sah

Perceraian dapat dikatakan sah secara hukum jika terdapat bukti fisik berupa akta cerai yang dikeluarkan oleh pengadilan agama. Hal ini penting Anda pastikan sebelum melangkah ke hubungan yang lebih serius. Keabsahan dokumen fisik dapat menghindarkan Anda dari kejadian buruk yang mungkin saja terjadi di masa depan terkait masa lalunya.

2. Tanyakan berapa lama pasangan Anda telah bercerai dan bagaimana perasaannya tentang hal itu

Tidak ada pasangan yang menikah untuk bercerai. Perceraian, sekalipun diinginkan kedua belah pihak, tetap menimbulkan luka dan kesedihan yang mendalam. Terlebih jika pernikahan tersebut telah dikaruniai buah hati. Melewati masa-masa kelam setelah proses perceraian bukanlah hal yang singkat. Kebanyakan orang hidup dengan rasa bersalah usai bercerai.

Ketika Anda berdua memutuskan untuk menikah, Anda perlu mencari tahu berapa lama ia telah bercerai dan bagaimana perasaannya terhadap perceraian tersebut. Apakah ia masih menyimpan luka masa lalu atau sudah benar-benar pulih dan siap memulai komitmen baru. Anda harus memastikan bahwa pasangan yang akan Anda nikahi siap menjalin komitmen baru karena memang ia siap, bukan karena pelarian akibat kesendiriannya.

Psikolog dan penulis buku asal Amerika Serikat, Holly Parker, Ph.D. mengatakan bahwa ketika pasangan Anda membicarakan mantan pasangannya dengan nada kemarahan dan terus menyalahkannya, maka Anda perlu berhati-hati, tandanya ia masih terjebak dalam emosi masa lalu atau memiliki masalah dalam mengatur emosi.

 

3. Tanyakan adakah batasan yang dibuat antara ia dan mantan pasangannya

Ketika Anda memutuskan untuk menikah dengan orang yang pernah bercerai, Anda perlu mengetahui batasan yang terjalin antara pasangan Anda dan mantan suami/ istrinya. Batasan ini berguna untuk melihat sejauh apa hubungan serta campur tangan mantan pasangan terhadap pasangan Anda.

Misalnya jika pasangan Anda sudah memiliki anak. Tentu kontak antara pasangan Anda dan mantan pasangannya masih akan terjalin walau sekedar membicarakan anak. Anda perlu meminta kejelasan dan keterbukaan pasangan Anda mengenai hal ini.

Selan itu, sebagai calon pasangan sahnya, Anda juga berhak menetapkan batasan yang sehat pada pasangan Anda terhadap mantan suami/ istrinya. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga privasi dan ketentraman Anda berdua sebagai pasangan. Bukan bermaksud negatif, tetapi hanya untuk memperjelas mana yang masih bisa dilakukan dan mana yang tidak. Batasan harus dibuat di awal untuk mencegah gangguan yang tidak diinginkan, jangan tunggu sampai ada masalah dulu.

4. Cari tahu bagaimana perasaan Anda

Menikah dengan orang yang pernah bercerai tentu akan berbeda jika dibandingkan dengan orang yang belum pernah menikah sama sekali. Anda perlu memikirkan matang-matang apakah Anda sudah siap dengan segala konsekuensi yang akan Anda tanggung. Terlebih jika pasangan Anda sudah memiliki anak.

Apakah Anda sudah siap untuk langsung menjadi pasangan sekaligus orangtua? Apakah Anda siap menerima kemungkinan anak-anaknya sulit menerima kehadiran sosok ibu baru bagi mereka. Anda juga harus siap untuk tetap melihat pasangan Anda berinteraksi dengan mantan pasangannya saat membicarakan anak mereka.

Banyak lagi hal yang perlu Anda pikirkan jika memutuskan untuk menikahi orang yang sudah pernah menikah. Jika Anda sudah siap dengan segala sesuatunya, tandanya Anda sudah siap untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius dengannya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini