nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gizi Buruk di Asmat Bikin Anak Mudah Terinfeksi Virus Campak

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 16 Januari 2018 17:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 16 481 1845813 gizi-buruk-di-asmat-bikin-anak-mudah-terinfeksi-virus-campak-WaHHm9dynT.jpg Ilustrasi (Foto: BBC)

TAK hanya wabah campak, permasalahan kesehatan yang sedang mencuat saat ini di Kabupaten Asmat, Papua yakni gizi buruk. Banyak indikator yang menyebabkan masalah ini terjadi, sehingga pemerintah tidak tinggal diam.

Bicara gizi, kasus yang mencuat di wilayah tersebut ialah anak kekurangan nutrisi. Ada banyak kaitan yang mempengaruhi status kesehatan anak balita.

Direktur Gizi Masyarakat Ditjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI dr Doddy Izwardy, MA mengatakan, masalah yang selalu dipertimbangkan sejak lama yaitu kekurangan makanan. Akibatnya, anak jadi tumbuh kurus atau menjadi gizi buruk.

 (Baca Juga: Penyakit Campak pada Anak di Asmat Mewabah, Mereka Diberi Imunisasi Dasar Ulang)

"Ada deteksi yang selalu mengarah pada masalah kekurangan gizi. Kita selalu cek berat badan sesuai umur, malnutrisi, atau under nutrition," kata Doddy saat ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (16/1/2018).

Untuk pemantauan status gizi dari 2015-2017 ini cukup bagus. Tapi di Kabupaten Asmat ada selalu indikator kekurangan gizi yang bisa menjadi pemicu munculnya penyakit.

Gizi buruk bukan suatu penyakit, tetapi anak yang terkena masalah tersebut bisa menderita satu penyakit. Anak jadi rentan terinfeksi virus seperti campak. Ciri khasnya yakni seperti gunung es yang mengkhawatirkan.

"Ada hubungan timbal balik dari masalah gizi buruk. Mengingat juga kondisi geografis di Asmat yang sulit diprediksi dan rentan sakit," bebernya.

 (Baca Juga: Kemenkes Tegaskan Balita di Asmat Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Campak)

Nah, untuk mencegah perluasan masalah gizi buruk, pemerintah telah mengirim bantuan pemberian makanan tambahan (PMT). Logistik sudah dikirim sejak lama, terutama sejak adanya wabah campak pada September 2017.

Ada tiga ton logistik PMT yang diberikan ke penduduk Kabupaten Asmat. Hal ini sangat berharga, apalagi untuk memenuhi status gizi anak.

"Dengan bantuan PMT mudah-mudahan kasus kekurangan gizi dan wabah campak cepat teratasi. Bantuan itu sudah terbukti bisa membuat anak jauh dari masalah gizi buruk di beberapa tempat," harapnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini