Ini Fakta-Fakta Seputar Penyakit TBC yang Harus Diketahui!

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 17 Januari 2018 04:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 16 481 1845872 ini-fakta-fakta-seputar-penyakit-tbc-yang-harus-diketahui-o3OLVxF7ZN.jpg Batuk berkelanjutan waspadai gejala TBC (Foto:Google)

BATUK kerap dianggap sebagian banyak orang sebagai salah satu jenis sakit ringan yang tidak perlu ditanggapi dengan serius. Padahal bisa saja, batuk-batuk yang dianggap ringan ini adalah merupakan pertanda dari terjangkitnya penyakit TBC atau Tuberculosis.

Seperti keterangan di lembar fakta dari Forum Stop TBC Partnership Indonesia (FTSPI) yang diterima Redaksi Okezone, Selasa (16/1/2018) TBC atau Tuberculosis sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman bernama Mycobacterium Tuberculosis, di mana kuman ini ditemukan pertama kali pada 1882 atau sekitar 130 tahun yang lalu oleh Robert Koch. Bakteri ini tidak hanya mempunyai kecenderungan menyerang organ paru-paru, akan tetapi juga menyerang berbagai organ tubuh lainnya seperti mulai dari selaput otak, usus, tulang, hingga kelenjar bening di leher dan ketiak.

BACA JUGA:

Jangan Anggap Remeh, Ini Gejala-Gejala TBC

Proses penyebaran TBC terjadi melalui udara, saat penderita batuk ataupun bersin (mengeluarkan percikan dahak) yang kemudian terhirup oleh orang lain di sekitarnya. Proses penularan kepada orang lain ini diketahui sangat ditentukan dari banyaknya kuman yang keluar dari penderita tersebut. Maka dari itu, sangat penting adanya untuk kita memahami etika perihal batuk, biasakanlah jika sedang batuk atau bersin itu menggunakan masker dan menutup mulut saat batuk dan bersin. Sehingga dapat mencegah terjadinya penularan terhadap orang lain.

Jika mendengar tentang penyakit TBC, banyak orang yang akan terkejut ternyata penyakit lama ini masih ada, eksis, dan pastinya masih jadi ancaman masalah di dunia kesehatan dunia termasuk Indonesia.

Tahukah Anda, TBC merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia, di 2016 jumlah penderita TBC di seluruh dunia ada pada angka sebesar 10,4 juta dan menyebabkan kematian untuk 1,7 juta orang di antaranya. Lebih dari 95% kematian pada penderita TB terjadi di negara dengan penghasilan rendah dan menengah. Sekitar 64% penderita TBC di dunia ada di 7 negara, India, Indonesia, Tiongkok, Filipina, Pakistan, Nigeria, dan Afrika Selatan.

Sementara itu, di Indonesia sendiri adalah penyakit menular yang paling banyak menyebabkan kematian dan menjadi ancaman berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Bagaimana tidak? Pada 2016, diketahui terdapat sekitar 274 kasus kematian per hari yang disebabkan oleh penyakit TBC. Indonesia tercatat sebagai negara kedua dengan penderita TBC terbanyak di dunia, yaitu 1.020.000 jiwa, bunyi laporan dari Global Tuberculosis Report WHO di tahun 2017.

BACA JUGA:

28 Juta Masyarakat Indonesia Menderita Insomnia, Penderitanya Kebanyakan Wanita

Untuk penyembuhan, diketahui lebih lanjut penyakit TBC adalah penyakit yang memiliki kekhususan, proses pengobatannya terdiri dari kombinasi beberapa jenis obat dalam jumlah dan dosis serta wkatu tertentu selama periode 6 hingga 9 bulan. Melalui proses pengobatan yang benar, tidak terputus-putus, sesuai dengan anjuran dokter, seseorang yang menderita penyakit TBC bisa disembuhkan.

Sejatinya, pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati bukan? Maka dari itu, diharapkan masyarakat segera tanggap dan mau memeriksakan diri jika ada gejala seperti TBC (batuk-batuk lebih dari 2 minggu, demam yang hilang dan timbul, penurunan nafsu makan, hingga penurunan berat badan) sehingga bisa diobati dan disembuhkan dengan baik dan tepat.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini