Baru Jadian Jangan Terlalu Sering Pacaran, Ini Alasannya Menurut Pakar

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Rabu 17 Januari 2018 10:09 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 17 196 1846133 baru-jadian-jangan-terlalu-sering-pacaran-ini-alasannya-menurut-pakar-qoWwZ4Jkj0.jpg Pasangan Kekasih (Foto: Independent)

PASANGAN yang baru saja 'jadian' sudah pasti rasanya ingin bertemu terus. Dunia rasanya milik berdua, menghabiskan waktu bersama kekasih membuat hari terasa lebih indah.

Apalagi di awal-awal masa pacaran, Anda dan pasangan tentu ingin bertemu setiap hari dan selalu merasa rindu. Tapi, tahukah Anda bila pasangan yang baru saja jadian justru sebaiknya tidak perlu sering bertemu? Mengapa demikian?

Diungkapkan oleh Scott Carroll, seorang psikiater dan penulis 'Don't Settle: How to Marry the Man You Were Meant For, bertemu setiap hari nyatanya bukan cara yang tepat untuk menghasilkan hubungan yang awet dan tahan lama. Menurutnya, kunci untuk memulai sebuah hubungan yang bahagia terletak pada pertemuan yang dirancang dua kali dalam sepekan.

"Bertemu hanya dua kali sepakan membantu Anda memiliki perasaan terdalam. Perasaan terdalam ini penting karena akan membantu kita melihat masalah terhadap rasa cinta yang baru saja Anda mulai," tutur Scott Carroll, seperti dilansir Independent, Rabu (17/1/2018).

Sementara, Dr Seth Meyer, seorang psikolog, baru-baru ini juga menulis tentang pertemuan saat awal kencan yang terlalu sering nyatanya bisa memengaruhi hubungan secara negatif dalam jangka panjang.

"Sebagai seorang psikolog yang banyak menangani hubungan percintaan klien, aku bisa berbagi informasi bahwa salah satu faktor yang bisa merusak suatu hubungan adalah pertemuan awal yang cenderung terburu-buru atau terlalu sering," kata Seth.

"Ada beberapa pasangan yang menghabiskan setiap malam bersama di awal jadian, tapi ini bukan formula yang baik untuk hubungan percintaan pada jangka panjang," terangnya.

Lebih lanjut, Seth menjelaskan bahwa pasangan baru yang sepanjang waktu ingin berhubungan intim secara fisik dan seksual justru berisiko mengalami pergolakan emosi yang terlalu cepat.

"Bertemu satu sama lain terlalu sering di awal-awal pacaran malah membuat ilusi keintiman dan ketergantungan. Setiap orang tahu bahwa dibutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk benar-benar mengenal seseorang," lanjut Seth.

Namun, Seth mengakui bahwa jika pasangan benar-benar ingin bertemu untuk tetap bersama, saling bertemu beberapa kali dalam sepekan seharusnya tidak menjadi masalah.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini