Share

Alasan Mengapa Anak Laki-Laki Lebih Banyak Alami Kekerasan Ketimbang Perempuan

Vessy Frizona, Jurnalis · Rabu 17 Januari 2018 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 17 196 1846453 alasan-mengapa-anak-laki-laki-lebih-banyak-alami-kekerasan-ketimbang-perempuan-KIpLi8AHGm.jpg Kekerasan pada anak (Foto:Ist)

 

KEKERASAN  terhadap anak sepertinya masih sulit dihentikan sampai benar-benar bersih. Terlebih terhadap anak laki-laki yang lebih banyak mengalami kekerasan ketimbang anak prempuan.

Berdasarkan data BPS pada Tahun 2013, sebanyak 8% anak laki-laki dan 4% anak perempuan menjadi korban kekerasan dan eksploitasi. Data tersebut menunjukkan bahwa jelas anak laki-laki lebih banyak mengalami kekerasan daripada anak perempuan.

 BACA JUGA:

6 Cara Paling Elegan Bikin Pria Selalu Rindu, Rahasianya Ada di Parfum

Untuk menekan angka tersebut, khususnya di Provinsi Jawa Barat, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan Kekerasan dan Eksploitasi terhadap Anak dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari pemerintah daerah, lembaga masyarakat, komunitas peduli perempuan dan anak serta media massa di Kota Bandung, Jawa Barat.

"Upaya pencegahan merupakan langkah efektif dan efisien dalam menekan dan meminimalisir tingginya kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, dengan fokus utama pada pengasuhan dan perlindungan khusus anak, sebagai unsur paling penting dari lima hak dasar anak," ujar Sekretaris Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu dalam Pembukaan acara FGD belum lama ini.

Pribudiarta menyampaikan, tingginya jumlah angka kekerasan pada anak laki-laki dibanding anak perempuan disebabkan karena adanya pola pengasuhan anak yang salah, serta mengakarnya perilaku budaya maskulinitas yang melabeli bahwa anak laki-laki tidak boleh menangis, harus kuat, dapat menyelesaikan masalah sendiri dan identik dengan pendidikan menggunakan kekerasan.

BACA JUGA:

6 Kelebihan Pria Jawa yang Bikin Wanita Penasaran Lalu Klepek-Klepek

Kementerian PPPA telah menyusun Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak Tahun 2016-2020, yang meliputi solusi dalam hal legislasi dan kebijakan, norma sosial, pengasuhan, serta memberi pendidikan dasar pada anak agar memiliki keterampilan hidup serta meningkatkan ketahanan dirinya.

"Saya menghimbau kepada seluruh pemerintah baik pusat maupun daerah serta seluruh lapisan masyarakat untuk secara sinergi bersama melakukan upaya konkrit dan berkelanjutan sesuai dengan peran masing-masing dalam menurunkan angka kekerasan secara Nasional, khususnya di Jawa Barat," terang Pribudiarta.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini