nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidak Punya Uang untuk Bayar Makanan, Restoran Ini Terima Pembayaran dengan Bekerja Sementara sebagai Gantinya

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 17 Januari 2018 13:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 17 298 1846221 tidak-punya-uang-untuk-bayar-makanan-restoran-ini-terima-pembayaran-dengan-bekerja-sementara-sebagai-gantinya-wtNOor6b3B.jpg Restoran amal (Foto: Nextshark)

SEWAKTU kecil kita pasti familiar mendengar gurauan soal 'jika tidak bisa bayar nanti cuci piring saja' saat bersantap di restoran. Bahkan mungkin gurauan ini masih sering terdengar sampai sekarang, saat sudah tumbuh jadi orang dewasa.

Eits! Ternyata seiring dengan perkembanga zaman ternyata ungkapan di atas kini bukan hanya sekedar gurauan semata. Sebab, sekarang ada sebuah restoran yang akan membiarkan pelanggannya untuk 'bekerja' di restoran ketika tidak bisa membayar menu hidangan yang dipesan.

BACA JUGA:

Baru Jadian Jangan Terlalu Sering Pacaran, Ini Alasannya Menurut Pakar

Biaya Photoshoot Seharga Rp3,3 Juta, tapi Keluarga Ini Dapatkan Hasil Foto yang Bikin Geleng-Geleng Kepala!

Sebagaimana diwarta Foodbeast, Rabu (17/1/2018) restoran yang disebutkan di atas memang benar ada, tepatnya di Jepang. Restoran amal ini diketahui bernama Mirai Shokudo, berlokasi di Tokyo, Jepang.

Sistem yang diterapkan di restoran ini ialah di mana sang pemilik restoran akan 'menagih' waktu pengunjungnya sekira 50 menit untuk bekerja di restoran, jika pengunjung tersebut tidak memiliki uang untuk membayar pesanan yang ada.

Lalu nantinya, setelah selesai bekerja dalam shift 50 menit, pelanggan akan menerima kupon makan gratis yang bisa digunakan di restoran. Sedangkan untuk pelanggan 'normal' atau dengan kata lain yang bisa membayar seperti biasa, biasanya akan membayar makan siang di Mirai Shokudo bernilai sekitar 900 Yen, atau sekira kurang lebih Rp107.407

 

Menurut keterangan dari NextShark, sang pemilik restoran, Sekai Kobayashi adalah satu-satunya pegawai yang bekerja di restoran tersebut. Sekai sendiri disebutkan menerapkan sistem ini, untuk mengembangkan konsep model "open-source" di mana semua orang diterima dan semua orang bisa cocok.

"Saya menggunakan sistem ini karena saya ingin terhubung dengan orang-orang yang merasa lapar, namun tidak bisa bersantap makan di restoran karena tidak memiliki uang yang cukup," ujar Sekai kepada AsiaOne.

Mengaplikasikan konsep ini, disebutkan lebih lanjut pada dasarnya konsep dari Sekai ini konsep yang penting dan sangat dibutuhkan. Dengan pemberlakuan sistem, bekerja di restoran untuk bisa melunasi pembayaran makanan pesanan ini, bisa membantu pengusaha sang pelaku bisnis mengurangi biaya pengeluaran tenaga kerja, sekaligus juga membantu mereka yang membutuhkan makanan sehingga bisa diperoleh lebih mudah. Hal ini dianggap bisa jadi solusi, memecahkan masalah baik dari sisi pemilik restoran maupun pelanggan.

BACA JUGA:

Menengok Pakaian Renang Jadul dan Tertutup di Era 1920-an

Sedih! Bayi Perempuan Ini Punya Masalah Kesehatan Langka, Sang Ibu Memotretnya dan Kini Viral karena Dibully

Akankan restoran model dengan penerapan sistem seperti ini berpotensi untuk berkembang luas di 2018 ini? Kita tunggu saja ke depannya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini