nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Salah Satu Alasan Meningkatnya Konsumsi Makanan Cepat Saji oleh Remaja

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 17 Januari 2018 21:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 17 298 1846509 ini-salah-satu-alasan-meningkatnya-konsumsi-makanan-cepat-saji-oleh-remaja-D0b2pEzFGg.jpg Ilustrasi (Foto: Businessinsider)

TIDAK dapat dipungkiri lagi bahwa menonton televisi merupakan kegiatan favorit para remaja setelah pulang sekolah. Namun tidak banyak yang mengetahui, kegiatan ini ternyata dapat meningkatkan keinginan mereka untuk menyantap makanan cepat saji.

Berdasarkan laporan Cancer Research UK, iklan makanan cepat saji yang sering ditampilkan oleh beberapa stasiun televisi swasta dipercaya dapat mempengaruhi remaja untuk menyantap lebih banyak junk food dibandingkan mereka yang tidak menonton tv sama sekali.

Menuru penelitian, para remaja yang menghabiskan waktu luang di sore hari dengan menonton iklan makanan tinggi kalori, atau yang memiliki nutrisi rendah, memiliki kecenderungan untuk menyantap lebih banyak junk food, tepatnya sekitar 500 porsi per tahun.

 (Baca Juga: Mengulik Ragam Asinan Kekinian yang Digandrungi Para Foodies)

Penelitian ini menunjukkan, para remaja yang menonton acara televisi selama kurang lebih tiga jam, ternyata akan memengaruhi kebiasaan makan mereka. Dampaknya, mereka akan lebih banyak mengonsumsi keripik, kue, minuman bersoda, dan ‘takeaway’ atau istilah dalam Bahasa Inggris untuk membawa pulang makanan cepat saji, seperti pizza dan hamburger.

Namun, apabila mereka menonton tv dengan durasi yang sama tetapi tidak dilengkapi dengan iklan makanan cepat saji, kebiasaan makan mereka tidak akan terpengaruh.

“Ini adalah bukti terkuat bahwa iklan makanan cepat saji bisa meningkatkan keinginan para remaja untuk menyantap makanan tersebut. Kami tidak mengklaim setiap remaja yang menonton TV komersial akan menyukai junk food, namun penelitian ini menunjukkan adanya hubungan kuat antara iklan dan kebiasaan makan,” tutur Dr Jyotsna Vohra, selaku ketua penelitian.

Lalu apa yang membuat iklan tersebut berhasil menarik perhatian para remaja?

 (Baca Juga: Ini 5 Alasan Laki-Laki Berbulu Banyak Digilai Perempuan, Salah Satunya Dianggap Jago di Ranjang)

Menurut Vohra, iklan makanan cepat saji sering kali menampilkan bahasa ‘gaul’, referensi tren saat ini, tokoh dan plot iklan yang menyenangkan, serta taktik manipulative lainnya yang dapat mempengaruhi kondisi psikologis para remaja.

Selama ini, mengonsumsi minuman bersoda, permen, atau makanan cepat saji secara rutin memang telah dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan serius seperti diabetes, penyakit jantung, obesitas, dan bahkan kelainan perilaku.

Oleh karena itu, para peneliti mendesak instansi terkait untuk membatasi atau menghilangkan iklan-iklan makanan cepat saji, khususnya di saat program televisi favorit para remaja sedang ditayangkan.

“Ofcom (organisasi komunikasi dan media Inggris) harus menghentikan iklan makanan cepat saji yang ditampilkan selama program berlangsung, seperti pertunjukkan bakat dan pertandingan sepakbola. Selama ini belum ada peraturan yang mengatur hal tersebut,” tukas Vohra.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini