Awas! Demam Keong Kembali Terdeteksi, Kenali Penyakit & Gejalanya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 17 Januari 2018 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 17 481 1846310 awas-demam-keong-kembali-terdeteksi-kenali-penyakit-gejalanya-z4PsC7T3By.jpg Kenali penyakit demam keong (Foto:Npr)

ADA penyakit yang namanya Demam Keong. Seperti apa itu? Masa sih keong bisa menyebarkan virus penyakit ke tubuh manusia?

Faktanya demikian. Penyakit ini terjadi di Sulawesi Tengah, tepatnya ada di Poso dan Sigi. Angkanya pun tidak bisa dianggap remeh. Menurut data Kementerian Kesehatan RI, di 2017, ada sekitar 80 kasus yang terdata dan ada satu kasus yang sampai menyebabkan kematian.

Lebih jelasnya, Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek menjelaskan bahwa kasus demam keong sejauh ini yang terjadi pada manusia terdata rata-rata di kisaran 0,65 persen hingga 0,97 persen. Sementara itu, sebetulnya masalah ini banyak diidap hewan ternak dengan angka kasusnya mencapai 5,56 hingga 40 persen.

BACA JUGA:

Lansia Hobi Berkebun Hidupnya Lebih Bahagia dan Awet Muda

Perlu Anda ketahui, penyakit yang memiliki nama medis Schistosomiasis ini tergolong dalam penyakit tropis terabaikan. Kelompok penyakit ini memang bukan penyakit yang banyak terjadi tetapi kasusnya ada sekalipun angkanya kecil. Jenis penyakit yang tergolong dalam kelompok penyakit tropis terabaikan selain demam keong adalah filariasis, kusta, dan trambosia.

Nah, kasus demam keong ini sebetulnya cukup berbahaya bagi mereka yang banyak beraktivitas di persawahan atau memang berada di wilayah yang tergolong sebaran penyebab. Yaitu wilayah yang diketahui terdapat cacing Schistosoma Japonicum. Nah, cacing ini bisa menginfeksi manusia secara langsung atau bisa melalui keong atau hewan mamalia.

“Meskipun kasus ini hanya ada di Sulawesi Tengah, namun hewan ternak yang mungkin terkena virus dan dibawa ke luar wilayah, sehingga pemerintah berniat untuk menghilangkan kasus ini secara total dan memastikan bahwa Indonesia bebas dari demam keong, baik dari penyebaran masalah sampai dengan lokasi masalah yang sudah steril,” papar Menteri Nila, di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto 1-4, Gedung Saleh Afiff, kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Rabu (17/1/2018).

Nah, untuk mengetahui lebih detail apa sih demam keong itu, berdasar data Kementerian Kesehatan RI, berikut paparan lengkapnya

 

Cara Penularan Penyakit

Penularan penyakit ini terjadi melalui kontak langsung dengan air, dimana keong penular hidup di sana, yang membawa larva infektif cacing Schistosoma (serkaria). Untuk manusia, penyebarannya terjadi melalui mencuci, mandi, atau melewati air yang mengandung larva infektif serkaria. Larva yang berada di dalam air bisa menembus kulit manusia. Nah, kalau sudah begitu, larvanya akan berkembang menjadi cacing dewasa dan hidup di dalam tubuh manusia.

BACA JUGA:

Munculnya Samar, Gejala Kanker Paru Tidak Boleh Diabaikan

Gejala dan Tanda Klinis

1. Stadium awal

Perubahan kulit berupa gatal-gatal karena serkaria menembus kulit

2. Stadium akut

Pada tahapan ini, semua dimulai sejak cacing dewasa betina bertelur. Gejala yang timbul adalah demam, diare, berat badan berkurang drastis, dan gejala disentri. Perbesaran dan limfe dapat terjadi lebih dini pada stadium ini, juga berkembang menajdi ruam merah.

3. Stadium menahun

Kelainan atau tanda klinis yang terjadi adalah kerusakan hati atau sirosis hati, dan limfa. Kondisi ini membuat pasien menjadi sangat lemah. Bila tidak segera ditangani, pasien akan meninggal dunia.

Jika Anda mengalami kondisi tubuh seperti di atas dan faktor penyebabnya belum lama setelah muncul masalah kesehatan, Anda beraktivitas di sawah atau perairan yang kotor, maka sebaiknya segera memeriksakan tubuh ke dokter.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini