Bahaya Menahan Bersin, Mulai Dari Robeknya Tenggorokan hingga Berujung Kematian

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 17 Januari 2018 17:40 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 17 481 1846326 bahaya-menahan-bersin-mulai-dari-robeknya-tenggorokan-hingga-berujung-kematian-zo7JyDb4v2.jpg Ilustrasi (Foto: BBC)

SETIAP orang tentu pernah mengalami bersin, entah itu karena sakit ataupun alergi. Bersin bisa terjadi kapan saja, bahkan dalam situasi yang tidak mendukung.

Ya, rasa gatal pada hidung bisa datang ketika seseorang sedang menjalani sesi wawancara pekerjaan atau berbicara dengan orang penting. Situasi itu biasanya membuat orang tersebut menahan bersin dengan alasan kesopanan.

Sayangnya, menahan bersin demi alasan kesopanan bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Hal itu bisa membahayakan tenggorokan hingga nyawa seseorang. Melansir Telegraph, Rabu (17/1/2018), seorang pria terpaksa dibawa ke rumah sakit lantaran tenggorokan bagian belakangnya bermasalah akibat menahan bersin.

Pria berusia 34 tahun itu hampir tidak mampu menelan maupun berbicara usai menutup hidung dan mulut agar tidak bersin. Dokter yang memeriksanya pun mendengar suara aneh dan berderak dari leher hingga ke tulang rusuk pria tersebut. Untuk memastikan keadaannya, pria itu menjalani pemindaian.

 (Baca Juga: Luangkan Waktu Jalan Kaki 30 Menit, Ini Sederet Manfaatnya untuk Tubuh)

Hasil pemindaian menunjukkan udara dari paru-paru telah masuk ke jaringan dalam dan otot dada karena tidak berhasil keluar saat bersin. Kondisi pria tersebut dituliskan secara rinci dalam laporan kasus BMJ oleh para dokter spesialis THT dari University Hospitals of Leicester NHS Trust. Para dokter memperingatkan bahwa usaha menahan bersin dapat menyebabkan banyak komplikasi. Dalam tingkat yang lebih parah bisa terjadi aneurisma atau pelebaran pembuluh darah di otak yang mematikan.

"Menahan bersin dengan menutup lubang hidung dan mulut merupakan manuver yang berbahaya sehingga sebaiknya dihindari. Hal itu dapat menyebabkan banyak komplikasi seperti pseudomediastinum (udara yang terperangkap di antara dada dengan paru-paru), perforasi pada membran timpani (gendang telinga), dan bahkan pecahnya pembuluh darah serebral di otak,” tutur penulis utama laporan, Dr Wanding Yang.

Sebelumnya banyak pula orang yang telah dirawat di rumah sakit karena menahan bersin. Masalahnya pun berbeda-beda, ada yang mengalami pecahnya gendang telinga dan pembuluh darah di mata, saraf wajah yang rusak, serta otot dan tulang rusuk yang retak karena berusaha menahan kekuatan besar. Menurut para dokter, bersin adalah bentuk proteksi tubuh untuk mengeluarkan partikel, iritasi, atau kuman asing yang berpotensi menimbulkan penyakit.

 (Baca Juga: Baru Jadian Jangan Terlalu Sering Pacaran, Ini Alasannya Menurut Pakar)

Menahan bersin bukan hanya meningkatkan risiko pecahnya tenggorokan, tapi bisa mendorong terbentuknya bakteri atau memicu serangan asma. Beruntung pria yang mengalami peristiwa itu masih bisa diselamatkan setelah diberi makan melalui tabung dan antibiotik intravena hingga pembengkakan serta rasa nyeri mereda. Setelah 7 hari dirawat, pria tersebut diperbolehkan untuk pulang dan dokter tetap memperingatkan untuk tidak lagi menahan bersin.

Di sisi lain seseorang terkadang memang perlu menahan bersin dalam kondisi tertentu. Bila Anda berada dalam situasi tersebut, dokter menyarankan untuk menggosok hidung, bernapas dengan berat melalui hidung, atau menggosok area di atas bibir.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini