nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mereka yang Bersinergi Atasi KLB Campak dan Gizi Buruk di Papua

ant, Jurnalis · Rabu 17 Januari 2018 18:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 17 481 1846460 mereka-yang-bersinergi-atasi-klb-campak-dan-gizi-buruk-di-papua-kY1QrOsRKh.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Kementerian Kesehatan dan gabungan personel TNI-Polri bekerja sama menangani kasus campak dan gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat, Papua, menyusul penetapan status kejadian luar biasa.

"Kerja sama ini merupakan integrasi pemerintah dalam upaya pengendalian KLB gizi buruk dan campak. Semoga dengan kerja sama ini dapat mempermudah upaya pengendalian dan menekan jumlah penderita gizi buruk dan campak," kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek di Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Kemenkes telah mengirim 39 tenaga kesehatan dengan 11 di antaranya merupakan dokter spesialis. Dokter spesialis yang dikirimkan terdiri atas dokter spesialis bedah, spesialis kulit dan kelamin, spesialis anestesi, spesialis kandungan dan kebidanan, spesialis gizi klinis, tiga spesialis anak, dan tiga spesialis penyakit dalam.

Petugas kesehatan yang dikirim juga melingkupi empat dokter umum, tiga perawat bedah, dua penata anestesi, serta tenaga kesehatan lainnya seperti ahli gizi, kesehatan lingkungan, dan surveilans.

Kemenkes juga mengirimkan pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita kurus dan PMT ibu hamil kurang energi kronis (KEK) sebanyak 22 dus PMT balita dan 30 dus PMT ibu hamil. Jumlah tersebut akan ditambah dengan PMT yang dimiliki oleh dinas kesehatan provinsi di Jayapura dan pengangkutan akan dilakukan bersama rombongan tim TNI dan sipil.

TNI juga telah mengirimkan 53 personel tim medis yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan TNI yang terdiri dari dokter spesialis dan paramedis. Di samping itu TNI juga mengirimkan obat-obatan sesuai kebutuhan, dengan prioritas vaksin campak dan difteri serta alat kesehatan. Satgas Kesehatan TNI juga membawa logistik berupa bahan makanan siap saji sebanyak 11.100 paket.

Polri mengerahkan personel dari Polda Papua memberikan bantuan dengan menerjunkan tenaga medis, memberikan bantuan berupa bahan makanan dan sandang yang diperlukan masyarakat.

Menkes mengharapkan bantuan dari Polda Papua juga bisa melakukan pemetaan daerah-daerah yang mengalami krisis kesehatan. Selain itu Menteri Nila juga menginginkan agar bantuan TNI-Polri bisa mengkoordinasikan kegiatan tim selama di lapangan, khususnya penyediaan transportasi laut.

"Setiap bantuan kesehatan adalah yang memang mereka butuhkan. Semoga dengan adanya bantuan dari TNI, Polda Papua dan terutama upaya dari Kemenkes jumlah KLB gizi buruk dan campak dapat ditekan, kata Nila.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini