nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KLB Gizi Buruk dan Campak di Asmat, Pemerintah Kirim 1,2 Ton Obat ke Papua

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 18 Januari 2018 11:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 18 481 1846727 klb-gizi-buruk-dan-campak-di-asmat-pemerintah-kirim-1-2-ton-obat-ke-papua-aU1zdJakhM.jpg Ilustrasi (Foto: Dok.Okezone)

KEJADIAN Luar Biasa (KLB) gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, Papua, telah mendapat respons cepat dari pemerintah Indonesia. Melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, telah diterjunkan sebanyak 39 orang tenaga kesehatan.

Tenaga kesehatan tersebut di antaranya ada 11 orang dokter spesialis, yang terdiri dari dokter spesialis bedah, spesialis kulit dan kelamin, spesialis anestesi, spesialis kandungan dan kebidanan, spesialis gizi klinis, tiga orang dokter spesialis anak, dan tiga orang dokter spesialis penyakit dalam. Tidak hanya itu saja, ada juga petugas kesehatan, yaitu empat orang dokter umum, tiga orang perawat bedah, dua penata anestesi, serta ahli gizi, kesehatan lingkungan, dan surveilans.

Melansir dari siaran pers yang diterima Okezone, Kamis, (18/1/2018), semua tenaga kesehatan akan bertugas untuk melayani pengobatan umum, skrining kesehatan berupa status gizi anak dan balita, dan pemeriksaan tekanan darah. Pemerintah juga akan mengadakan promosi kesehatan berupa penyuluhan, edukasi, dan sosialisasi terkait menjaga kesehatan.

Untuk menangani kasus campak yang sudah masuk KLB, pihak pemerintah juga akan melakukan imunisasi campak. Lebih lanjut, hingga kemarin telah dikirim dan didistribusikan seberat 1,2 ton obat untuk mengendalikan KLB gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, Papua. Selain itu, Kementerian Kesehatan RI juga telah mengirimkan 142,2 kilogram obat pada Selasa, dua hari lalu.

(Foto: Biro Komunikasi Kemenkes)

Obat-obatan yang menuju ke Agats, Kabupaten Asmat, Papua, dikirim melalui Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Setibanya di Agats, obat-obatan akan segera didistribusikan ke Distrik Sawa Erma, Kolof Brasa, dan Pulau Tiga hari ini menggunakan speed boat. Obat-obatan yang dikirim tersebut diantaranya berupa amoksilin, salep antibakteri, parasetamol, infusion, vitamin, dan obat-obat lainnya yang dikemas dalam bentuk tablet, kapsul, botol, dan boks.

Masih dari sumber yang sama, 1,2 ton obat tersebut diharapkan bisa mengatasi KLB gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat. Selain pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, TNI juga turut membantu dalam memenuhi stok obat sesuai dengan kebutuhan, dengan prioritas vaksin campak dan difteri serta alat kesehatan lainnya.

Lebih lanjut, sebelum dikirimnya 1,2 ton obat ke Asmat, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga telah mengirimkan 3 ton PMT ke Asmat pada Selasa lalu dan 10 koli obat campuran dari TNI juga telah dikirimkan pada Sabtu, 13 Januari 2018 menggunakan pesawat Hercules TNI Angakatan Udara dari Bandara Halim Perdana Kusuma. Pemerintah juga mengimbau masyarakat, selain upaya yang tengah digencarkan ini, penduduk juga wajib memperhatikan kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini