nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Stroberi & Daging Sapi yang Anda Konsumsi Bisa Mengandung "Racun Jahat"

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 18 Januari 2018 19:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 18 481 1847010 stroberi-daging-sapi-yang-anda-konsumsi-bisa-mengandung-racun-jahat-SRQ9eYEXxt.jpg Daging sapi bisa mengandung racun (Foto:Ist)

 

MENGONSUMSI buah dan sayur sering Anda dengar sebagai nasehat untuk gaya hidup sehat. Banyak ahli gizi pun merekomendasikan Anda untuk perbanyak konsumsi dua sumber serat tersebut agar tubuh Anda tidak mengalami masalah kesehatan.

Memang benar kemudian ada pengecualian dari konsumsi buah dan sayur. Sebab, pada beberapa kasus, konsumsi sayuran tertentu juga malah akan membuat tubuh Anda malah semakin menderita. Misalnya mereka yang punya masalah kulit, sebaiknya tidak mengonsumsi bayam terlalu banyak karena kandungan yodiumnya terlalu tinggi.

Nah, Anda juga mesti tahu bahwa ada beberapa bahan makanan lainnya yang ternyata punya dampak yang buruk juga untuk jenis orang tertentu. Sebut saja stroberi dan daging sapi. Dua makanan ini mungkin favorit Anda, tapi mulai sekarang Anda perlu juga untuk membatasi asupannya.

 BACA JUGA:

Skipping Efektif Bakar Kalori untuk Menurunkan Berat Badan

Sebab, menurut data yang dipaparkan seorang Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran Institut Teknologi Bandung (LTPM ITB) Ir. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc., Ph.D, dua makanan itu mengandung residu stiren di dalamnya.

"Jangan salah, makanan seperti stroberi dan daging sapi yang mungkin banyak dikonsumsi masyarakat, ternyata mengandung senyawa jahat yang bisa memicu kanker. Ya, sekalipun konsentrasinya tidak terlalu tinggi, namun yang jelas residu stiren itu ada di dalam dua makanan tersebut," tegasnya saat ditemui Okezone di Hotel Mulia, Kamis (18/1/2018).

Ir. Zainal melanjutkan, perlu Anda ketahui, untuk stroberi sendiri, kandungan residu stirennya sekitar 274 mikrogram/kg. Sebetulnya angka tersebut masih dalam rentang 0-39 ppm, masih dalam batas normal makanan yang dapat dikonsumsi, di mana batas maksimumnya adalah 5000 ppm.

Sementara itu, Anda juga mesti sadar bahwa tidak hanya dua makanan itu yang mengandung senyawa jahat. Ada juga makanan lain yang berisiko merusak kesehatan Anda. Makanan tersebut antara lain kayu manis, biji kopi, kacang, dan tepung. Tak terkecuali juga rokok yang mungkin setiap hari Anda hirup!

BACA JUGA:

Amankah Styrofoam untuk Bungkus Makanan? Ini Kata Ahlinya

Nah, lebih lanjut mengenai masalah ini, sebetulnya apa sih residu stiren itu?

Dijelaskan Ir. Zainal, residu stiren itu merupakan zat yang memang terkandung dalam beberapa makanan dimana sebetulnya stiren itu sendiri adalah zat alami yang ada di makanan.

Namun, mungkin banyak dari Anda yang lebih mengenal residu stiren ini dari styrofoam atau wadah makanan yang berbentuk busa. Ya, jadi, dapat dipastikan apa yang ada di dalam styrofoam, sebagiannya juga ada di salam makanan di atas.

Bedanya, untuk styrofoam, senyawa stiren ini terbentuk karena hasil olahan polysterene. Pembentukannya dilakukan secara reaksi kimia dan pada styrofoam sendiri, residunya berasal dari tidak lepasnya polysterene saat pembentuan styrofoam dan sisanya itu menjadi residu stiren. Berbeda dengan apa yang ada di tumbuhan atau daging sapi yang ada karena proses alamiah.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini