Akhirnya Banten Punya Klinik Bayi Tabung Pertama Solusi Pasutri dengan Infertilitas

Hambali, Jurnalis · Kamis 18 Januari 2018 19:38 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 18 481 1847072 akhirnya-banten-punya-klinik-bayi-tabung-pertama-solusi-pasutri-dengan-infertilitas-zYCCbg2Z8n.jpg Ilustrasi (Foto: Parentsindia)

KLINIK bayi tabung yang berada di Indonesia jumlahnya masih sangat terbatas, padahal bagi pasangan suami-isteri yang terkendala Infertilitas atau kesuburan sangatlah memerlukan fasilitas itu.

Banyak dari pasien Infertilitas kurang mengetahui, apa upaya yang aman dan tepat dalam mengatasi sulitnya memiliki keturunan itu. Terlebih selama ini, masyarakat menganggap bahwa program bayi tabung memerlukan biaya sangat tinggi.

Kini, pasangan suami-isteri di Provinsi Banten yang terkendala masalah kesuburan, tak perlu lagi gelisah untuk segera memiliki keturunan. Karena fasilitas program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) telah hadir di wilayah yang terdiri atas 8 Kabupaten/Kota itu.

"Semoga ini menjadi solusi baik bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan, ataupun yang tinggal di luar itu, agar datang ke sini dan Insya Allah bisa mendapatkan keturunan. Tentu kita berharap juga ada transfer knowledge, transfer ilmu dari dokter ahli disini kepada dokter-dokter lainnya (Tangsel)," tutur Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, saat meresmikan Fasilitas Indo Fertility and IVF Center di RS Omni Hospital, Alam Sutera, BSD, Kamis (18/1/2018).

Gangguan Infertilitas tentu sangat menghambat bagi pasangan suami-isteri untuk bisa memiliki anak. Bahkan sekalipun sang isteri bisa hamil, namun akan sangat mudah mengalami keguguran.

Sebenarnya, banyak faktor yang memengaruhi tingkat kesuburan seseorang, diantaranya faktor kelebihan berat badan (Obesitas), merokok, alkohol, narkotika, kurang berolah raga, stres, serta rendahnya mengonsumsi sayur dan buah-buahan.

Salah satu tim dokter yang menangani program bayi tabung di Indo Fertility and IVF Center, Dokter Sudirmanto memaparkan, penyebab gangguan kesuburan bisa dibedakan menjadi 3 hal, yakni faktor isteri, faktor suami, hingga faktor yang tidak dapat dijelaskan atau biasa disebut faktor "Unexplained".

"Faktor istri bisa berupa gangguan pematangan pada sel telur, sumbatan saluran telur, atau gangguan pada rahim dan indung telur. Kalau faktor suami itu akibat jumlah sperma yang sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali, kelainan bentuk (Morfologi) dan pergerakan (Motilitas) sperma," ungkap dr. Sudirmanto di lokasi yang sama.

Ditambahkan oleh Dokter Sudirmanto, satu dari 5 pasangan suami-isteri setelah satu tahun masa perkawinannya selalu mengeluh sulit untuk memiliki keturunan, meski telah dibarengi hubungan seks yang rutin. Oleh karenanya, dalam terapi program bayi tabung, hanya diperlukan waktu sekira 3 sampai 4 minggu untuk memastikan pasangan tersebut bisa hamil.

"Pelayanan di klinik bayi tabung ini, Pertama adalah pelayanan investigasi tentang gangguan kesuburan itu, dengan konsultasi, USG, HSG, analisa sperma, Lab Hormon, Histeroskopi dan laparoskopi. Kedua, pengobatan gangguan kesuburan itu. Kurang lebih 3 sampai 4 minggu, baru bisa kita lihat hasilnya," tambah dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kota Tangsel, Suhara Manulang mengatakan bahwa klinik bayi tabung ini adalah yang perdana berada di Provinsi Banten. Sehingga dia berharap, masyarakat yang ingin segera memiliki keturunan tak perlu lagi berobat ke Ibu Kota atau bahkan hingga ke luar negeri.

"Ini perdana di Banten, program bayi tabung di Banten," tukasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini