nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tradisi Minum Teh di Nusantara, Patehan Salah Satunya!

Maharani Putri Sabillah, Jurnalis · Sabtu 20 Januari 2018 00:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 19 298 1847520 tradisi-minum-teh-di-nusantara-patehan-salah-satunya-Zwgy4vsVnS.jpg Teh Poci (Foto: Kaskus)

KITA tahu bahwa selama ini Jepang memiliki tradisi khusus dalam menikmati teh. Hal ini mereka sebut dengan nama Sadou, di mana mereka melakukan upacara minum teh hanya bersama kalangan bangsawan dalam menjamu tamu. Namun, kini tradisi tersebut bisa dilakukan oleh semua kalangan masyarakat Jepang.

Tidak berbeda dengan Jepang, Indonesia juga ternyata memiliki tradisi serupa dalam menyesap minuman penimbul rileks ini. Apalagi mengingat Indonesia merupakan salah satu negara penghasil teh terbesar dan terbaik di dunia. Maka tidak heran jika tradisi minum teh di Indonesia menyebar ke berbagai daerah dengan cara yang berbeda-beda.

Melansir dari berbagai sumber, di bawah ini merupakan beberapa tradisi minum teh di Nusantara. Penasaran apa saja dan di mana saja? Simak ulasannya sebagai berikut.

Teh Poci di Jawa

Khusususnya di Cirebon, Slawi, Tegal, Brebes, Pemalang, dan sekitarnya, budaya minum teh menggunakan teh wangi melati yang diseduh di dalam poci bersamaan dengan gula batu sebagai pemanis, setelah itu teh dituang ke gelas-gelas kecil. Tradisi ini disebut “Teh Poci”. Uniknya, penikmat teh ini hanya dibolehkan menambahkan gula batu, tetapi tidak boleh mengaduknya. Mengapa? Ternyata hal ini memiliki filosofinya tersendiri, yakni hidup ini memang pahit pada awalnya, namun jika ingin bersabar maka kita akan mendapatkan manisnya. Jadi, gula dibiarkan mencair dan menyebar dengan sendirinya.

Nyaneut di Sunda

Di Tanah Sunda, terutama di Garut, kita bisa menemukan tradisi minum teh yang cukup sakral. Masyarakat menyebut tradisi ini dengan nama “Nyaneut”. Biasanya Nyaneut dilakukan saat menyambut malam Tahun Baru Islam. Nyaneut sendiri merupakan singkatan dari Nyai Haneut atau Cai Haneut yang berbarti air hangat. Tradisi minum teh ini pun memiliki tata cara, yaitu sebelum meminum teh, kita harus memutar gelas teh di telapak tangan sebanyak 2 kali. Kemudian, aroma teh harus dihirup sekira 3 kali dan barulah teh boleh diminum. Festival tradisi ini biasanya diawali dengan melakukan pawai obor. Tujuannya ialah untuk menjaga kehangatan di lingkungan masyarakat.

Patehan, Karaton Yogyakarta

Tradisi Patehan tidak bisa dilakukan oleh siapa saja, hanya boleh dilakukan oleh Kerajaan Keraton. Nama “Patehan” itu sendiri diambil dari tempat tradisi ini dilakukan, yakni di Bangsal Patehan. Prosesi tradisi ini dilakukan oleh 5 perempuan dan 5 pria yang berpakaian adat Jawa dalam meracik dan menyajikan teh lengkap dengan makanan ringan yang dikhususkan untuk raja, keluarga, dan tamu keraton.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini