nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Asal Usul Tradisi Afternoon Tea di Inggris

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Minggu 21 Januari 2018 16:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 19 298 1847577 mengenal-asal-usul-tradisi-afternoon-tea-di-inggris-ZsYohmWPSV.jpg Afternoon Tea (Foto: Glasglow)

ORANG Inggris dikenal maniak dengan teh. Sampai-sampai mereka memiliki tradisi minum teh di sore hari yang dikenal dengan sebutan afternoon tea. Ciri khasnya adalah teh disajikan dengan camilan-camilan kecil, seperti sandwich, scones, atau sejenis kue kering dan cakes, yang disusun di nampan lapis tinggi atau three tier.

Bisa dibilang tradisi ini lebih sebagai ajang bertemu dan bersosialisasi. Selain juga menjadi jeda mengisi perut di antara jam makan siang dan makan malam.

Sesuai dengan namanya, afternoon tea dilakukan setiap menjelang sore yaitu sekitar pukul 4 sore. Seiring perkembangan zaman, tradisi afternoon tea menjadi sangat berkelas dan modern pada awal abad 19.

Pada awal tahun 1800-an, para wanita Inggris menderita. Betapa tidak, mereka hidup di saat makan besar hanya dilakukan dua kali dalam sehari, yaitu ketika sarapan dan makan malam. Jadilah selama seharian itu, mereka merasa lemas dan kelaparan.

Tak terkecuali Ratu Anna, yang waktu itu menjadi Permaisuri generasi ke-7 di Bradford, Inggris. Namun, ia punya cara untuk menyiasati rasa lapar itu.

Ia meminta pengawal pribadinya untuk menyediakan teh dan beberapa jenis kue pada sore hari. Acara minum teh dan makan kue ini dilakukan privat di kamar tidurnya. Namun, seiring berjalannya waktu setiap wanita di negeri itu melakukan hal yang sama.

Jadilah tradisi sore hari ini turun-temurun hingga sekarang, walaupun jam makan sudah terhitung tiga kali sehari. Namun karena dimulai oleh seorang Permaisuri, Afternoon Tea menjadi tradisi mewah yang cukup menguras uang. Bagi warga Inggris sendiri, Afternoon Tea dilakukan waktu perayaan tertentu termasuk hari ulang tahun dan pernikahan.

Karena afternoon tea lebih ke urusan gaya hidup, maka segala sesuatunya tampil begitu cantik. Mulai dari peralatan minum teh seperti cangkir hingga taplak meja.

Orang Inggris pada zaman dulu biasa minum black tea (teh hitam atau teh merah). Sehingga selalu disediakan gula dan susu. Saat memasukkan gula, agar tercampur dengan teh, aturannya pun jangan diaduk secara berputar. Melainkan mengaduk dengan arah back and forward (arah depan belakang).

Etika lainnya adalah sikap duduk harus tegak. Kemudian, perihal penataan cangkir dan tatakannya (saucer). Tatakan cangkir harus tetap di meja, saat cangkir diangkat. Sendok pengaduk diletakkan di sisi belakang tatakan.

Sedangkan kantung teh yang sudah terseduh, diletakkan di tempat yang sudah tersedia. Kalau tidak ada, letakkan di tatakan cangkir. Hal ini agar taplak yang biasanya dipakai taplak cantik tidak menjadi kotor.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini