nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pameran Seni Badak Sumatera, Harta Karun Tersembunyi Indonesia yang Terancam Punah

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 19 Januari 2018 18:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 19 406 1847544 pameran-seni-badak-sumatera-harta-karun-tersembunyi-indonesia-yang-terancam-punah-2Lj0WnfllW.jpg Pameran Seni Badak (Foto: Annisa Aprilia/Okezone)

BADAK Sumatera merupakan salah satu mamalia yang istimewa di Indonesia. Pasalnya, hewan berbadan besar ini menjadi satu-satunya badak yang memiliki bulu paling tebal dan termasuk jenis yang paling kecil.

Tidak hanya itu saja, keberadaan badak Sumatera di hutan juga cukup penting. Badak Sumatera bisa menyuburkan tanah lewat kotoran yang dikeluarkannya.

Lebih lanjut, badak juga memiliki peran dalam menyebarkan biji-bijian yang tersisa dari makanannya ke seluruh hutan, yang disebut gardeners of the forest. Akan tetapi, sayangnya jumlah badak Sumatera yang hanya ada di Indonesia mulai langka bahkan terancam punah.

 (Baca Juga: Dari Beyonce hingga Celine Dion, 7 Seleb Hollywood Ungkap Kesedihan Pedihnya Keguguran)

Bagaimana tidak, jumlah badak Sumatera saat ini tidak lebih dari 100 ekor. Badak Sumatera yang sudah mulai langka tersebut hidup secara tersebar di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan.

Berkurangnya jumlah badak Sumatera dan terancamnya dari kepunahan disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya perburuan, perdagangan satwa, dan kerusakan habitat asli. Untuk menyelamatkan badak Sumatera dari kepunahan, maka Tim Badak yang terdiri dari Yayasan Badak Indonesia (YABI), world Wide Fund for Nature Indonesia (WWF), wildlofe Conservation Society Indonesia (WCS), Forum Konservasi Leuser (FKL), Leuser International Foundation (LIF), dan didukung oleh International Rhino Foundation (IRF), dengan kontribusi dari The Walt Disney Company menggelar rangkaian acara berupa pameran seni.

 (Baca Juga:Nyaris Plontos, Begini Tampilan Perdana Pangeran William dengan Rambut Barunya)

Pameran tersebut bertajuk "Pameran Seni Badak Sumatera: Harta Karun Indonesia yang Tersembunyi". Dalam pameran ada beberapa karya seni lukis yang dipajang karya dari anak Indonesia, seperti Diela Maharani, Naela Ali, Mochtar Sarman, Citra Marina, dan masih banyak seniman lainnya yang juga berasal dari luar negeri, yang karyanya dipajang dalam Pameran Seni Badak Sumatera di lantai satu Perpustakaan Nasional, Jakarta.

"Kita butuh dukungan masyarakat agar program ini berjalan baik. Bersama kita bisa membuat program ini menjadi sukses. Kita bisa selamatkan badak Sumatera bersama," ucap Susi Ellis, Director of International Rhino Foundation, dalam sambutannya di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/1/2018).

Lanjut Susi, badak-badak di dunia seperti India dan Afrika yang semula terancam punah kini mulai berkembang dan jumlahnya semakin bertambah. Sama halnya dengan Susi, perwakilan dari Perpustakaan Nasional juga mengatakan menyambut baik kegiatan pameran yang dilangsungkan selama tiga hari dari 19-21 Januari 2018 di Perpustakaan Nasional, Jakarta tersebut.

 (Baca Juga: 6 Terapi Mampu Kurangi Gejala OCD, Paling Mudah Mendengarkan Musik)

"Perpustakaan Nasional menyambut baik kegiatan Pameran Seni Badak Sumatera ini. Perpusnas juga terbuka bagi siapa yang ingin datang berkunjung," ucap Dedi Junaidi, perwakilan dari Perpustakaan Nasional.

Selain Susi Ellis dan Dedi Junaidi, ada pula Noviar Andayani perwakilan Tim Badak, mengatakan pameran seni badak Sumatera ini digelar untuk menginformasikan pada masyarakat tentang keadaan dan keterancaman badak Sumatera dari kepunahan. Dengan kondisinya yang terancam punah, maka badak Sumatera memerlukan dukungan seluruh masyarakat Indonesia untuk melindungi dan mengembangbiakan jumlahnya.

"Jumlah populasi badak yang semakin menurun menjadi perhatian kita semua. Badak Sumatera merupakan salah satu spesies yang terancam punah perlu ditingkatkan populasinya 10 persen," tandas Wiratno, Dirjen Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini