6 Terapi Mampu Kurangi Gejala OCD, Paling Mudah Mendengarkan Musik

Maharani Putri Sabillah, Jurnalis · Jum'at 19 Januari 2018 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 19 481 1847467 6-terapi-mampu-kurangi-gejala-ocd-paling-mudah-mendengarkan-musik-AjvFWHGRF5.jpg Mendengarkan musik bisa membantu mengatasi gangguan OCD (Foto:Linkedln)

 

GANGGUAN obesif-kompulsif (OCD) adalah jenis gangguan kecemasan yang ditandai dengan adanya pikiran dan tindakan obsesif atau kompulsif. Contoh perilaku OCD yang paling umum ialah mencuci tangan berulang-ulang dan mengecek segala hal dengan berulang.

Meskipun gangguan ini tidak berbahaya, penderita OCD selalu merasa terganggu jika dirinya tengah kambuh. Biasanya, dokter hanya memberikan resep obat atau terapi mengenai teknik perilaku kognitif. Namun, jika Anda penderita OCD, sebenarnya ada pula perawatan yang bisa Anda coba di rumah.

Melansir dari Reader’s digest, Jumat (19/01/2018), di bawah ini merupakan beberapa cara untuk mengobati OCD di rumah. Tapi ingat! Mintalah saran terlebih dahulu pada dokter Anda sebelum mencoba pengobatan alami ini.

 BACA JUGA:

Wabah Hitam yang Renggut 25 Juta Nyawa di Eropa Ternyata Bukan Ditularkan oleh Tikus

1. Mengonsumsi makanan yang mengandung zinc

Para ahli menganggap zinc (seng) sebagai neurotransmitter, yang berarti berperan dalam memodulasi respons otak dan tubuh terhadap stres. Begitu juga sebaliknya, jika tubuh kekurangan unsur ini, maka dapat menyebabkan gejala gangguan depresi dan kecemasan, termasuk OCD. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition pada 2012 menemukan bahwa kombinasi zinc dan fluoxetine dapat mengendalikan gejala pada pasien OCD lebih efektif daripada fluoxetine saja. Zinc dapat ditemukan pada makanan seperti ikan, makanan laut, kacang-kacagan, daging hewan, sereal gandum, dan produk susu.

 

2. Mendengarkan musik

Banyak penelitian telah menyoroti manfaat musik bagi orang-orang dengan depresi atau kecemasan. Periset berteori bahwa musik dapat membantu pasien memusatkan perhatian pada sesuatu selain pikiran obsesif mereka, sehingga mereka bisa mengalihkan pikiran mereka sepenuhnya. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders menunjukkan hanya dalam sebulan, terapi musik dapat meringankan gejala obsesi dan kecemasan.

3. Melakukan meditasi

Banyak orang dengan OCD menemukan dengan meditasi, dapat membantu mereka menghindari sifat kecemasannya. Dalam penelitan yang diterbitkan dalam jurnal BMC Psychiatry, para periset menemukan bahwa pasien OCD yang melakukan meditasi kesadaran mampu mengelola gejala OCD mereka.

4. Olahraga

Satu studi yang dipublikasikan di Jurnal of Preventative Medicine & Public Health, mengatakan bahwa aktivitas rutin juga dapat mempermudah mengontrol gejala OCD, seperti jalan teratur, latihan aerobik dengan intensitas sedang.

BACA JUGA:

Ini yang Terjadi Ketika Anda Tidak Menghabiskan Sabun di Hotel

5. Melakukan terapi cahaya

Bagi orang yang mengalami OCD musiman, terapi cahaya 2 jam sehari selama 2 minggu dapat membantu mengangkat mood wanita dan mengurangi gejala obsesinya. Untuk melakukan terapi cahaya, penderita hanya duduk di dekat alat yang disebut kotak terapi cahaya. Alat ini menghasilkan cahaya alami, pengganti sinar matahari. Terapi ini umumnya juga dikenal sebagai fototerapi.

6. Akupunktur

Salah satu bentuk obat tertua akupunktur dapat membantu mengobati gejala OCD, yakni dengan meningkatkan serotonin. Akupunktur melibatkan penempatan jarum pada titik-titik tertentu di seluruh tubuh. Bentuk pengobatan ini berguna untuk melepaskan “penyumbatan energi”, tingkat kecemasan yang rendah, menenangkan pikiran, dan mengembalikan tubuh kembali ke aliran alami dan kesehatan optimal. Sebuah studi juga membuktikan bahwa kelompok yang menerima akupunktur menunjukkan penurunan gejala OCD yang lebih besar daripada kelompok yang menerima plasebo.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini