Banyak Manfaat, Masyarakat Diharapkan Lakukan Vaksinasi HPV

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 19 Januari 2018 22:23 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 19 481 1847704 banyak-manfaat-masyarakat-diharapkan-lakukan-vaksinasi-hpv-ERaf9tKDJW.jpg Ilustrasi (Foto: Corbis)

KANKER serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan termasuk di Indonesia. Kanker ini disebabkan oleh virus HPV yang sebagian besar tersebar melalui hubungan seksual.

Akan tetapi, kanker serviks satu-satunya jenis kanker yang bisa dicegah dengan pemberian vaksin HPV. Dengan begitu, pemberian vaksin adalah cara efektif untuk menurunkan angka kasus kanker serviks.

Tahun lalu, pemerintah mulai mencoba mengadakan program vaksinasi HPV di tingkat sekolah dasar untuk siswi kelas 5 SD. Terdapat tiga daerah yang menjadi pilot project yaitu Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya. Rencananya tahun ini pemerintah akan kembali menyelenggarakan pemberian vaksin dan menambah cakupan daerah yaitu Makassar dan Manado.

 (Baca Juga: Cara Penularan Demam Keong yang Meresahkan Warga Sulawesi Tengah)

Menurut Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI), Prof. dr. Andrijono SpOG(K), alasan dipilihnya siswi kelas 5 SD untuk menerima vaksin karena ternyata di usia 10 tahun antibodinya lebih bagus.

“Vaksin HPV itu normalnya diberikan tiga kali atau tiga dosis. Namun untuk anak usia 10 tahun cukup diberikan dua kali saja dalam jangka waktu setahun, vaksin bisa melindungi hingga 15 tahun,” tutur Prof. Andrijono saat ditemui dalam sebuah diskusi bertajuk“Mendorong Vaksin HPV Sebagai Program Vaksinasi Nasional” yang diselenggarakan oleh Forum Ngobras, Jumat (19/1/2018).

Alasan lain yang membuat pemberian vaksin dilakukan kepada anak perempuan berusia 10 tahun karena pernikahan usia dini (di bawah 19 tahun) di Indonesia masih tergolong tinggi. Sekadar informasi, pernikahan dini meningkatkan risiko kanker serviks. Maka dari itu, pemberian vaksin harus dikejar sebelum anak tersebut menikah.

 (Baca Juga: Ibu Hamil di Atas Umur 35 Tahun Harus Sering Tidur Nyenyak untuk Menjaga Kesehatannya)

Sambutan masyarakat untuk penerimaan vaksin HPV di tahun lalu terbilang cukup bagus. Hal itu dibuktikan dengan jumlah pencapaian di mana lebih dari 90% siswi menerima vaksin tersebut. Sayangnya hingga kini program pemberian vaksin HPV belum menjadi program nasional. Padahal masih banyak daerah yang angka kanker serviksnya tergolong tinggi.

Sementara itu, vaksin HPV sendiri bukan hanya memerangi kanker serviks semata. Vaksin tersebut bisa melindungi seseorang dari jenis kanker yang disebabkan oleh virus HPV antara lain kanker vulva, kanker vagina, kanker anus, kanker mulut dan tenggorokan, serta kanker penis. Bisa dibayangkan banyaknya dampak positif yang akan dirasakan masyarakat bila semakin banyak yang menerima vaksin HPV.

 (Baca Juga: Dari Beyonce hingga Celine Dion, 7 Seleb Hollywood Ungkap Kesedihan Pedihnya Keguguran)

Sayangnya biaya untuk menerima vaksin HPV tidaklah murah. Sekali suntik biaya yang harus dikeluarkan bisa mencapai Rp1 juta. Hal itu tentu bisa membuat masyarakat merasa enggan bila harus membawa anaknya suntik vaksin secara mandiri. Namun apabila program vaksinasi HPV dijadikan program nasional, biaya yang harus dikeluarkan tentu semakin sedikit tetapi manfaatnya banyak.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini