nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengulik Kerajinan Kulit Tanggulangin Sidoarjo yang Sudah Go Internasional

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 20 Januari 2018 19:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 20 194 1847918 mengulik-kerajinan-kulit-tanggulangin-sidoarjo-yang-sudah-go-internasional-HqeNhxZrG9.jpg Kerajinan kulit di Tanggulangin Sidoarjo (Foto: Dimas/Okezone)

SIDOARJO tidak hanya terkenal karena kuliner tradisionalnya yang lezat, atau bencana lumpur lapindo yang sempat menghebohkan masyarakat Indonesia, kota ini juga memiliki industri kerajinan kulit berkualitas. Di kecamatan Tanggulangin, Anda bisa menemukan deretan showroom kerajinan kulit dengan keunikan masing-masing.

Kecamatan ini memang sudah lama dikenal sebagai salah satu penghasil kerajinan kulit terbesar di wilayah Jawa Timur. Kualitas produknya pun telah diakui oleh dunia internasional dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran.

Okezone berkesempatan mengunjungi salah satu showroom kerajinan kulit yang terletak di Desa Kedensari, kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Di tempat ini, para pengunjung dapat melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan kerajinan kulit, seperti jaket, tas, dompet, ikat panggang dan masih banyak lagi.

Secara umum, proses pembuatan kerajinan kulit di kawasan Tanggulangin, masih memanfaatkan teknik-teknik tradisional. Dalam arti lain, bagus atau tidaknya kualitas produk bergantung pada skill dari para pengrajin. Hal ini tentunya menjadi sebuah dilema tersendiri bagi para pelaku bisnis kerajinan kulit lokal.

"Kami sangat ingin menggunakan mesin atau teknologi yang lebih canggih untuk meningkatkan hasil produksi. Pasalnya, untuk membuat 24 buah dompet kulit bisa memakan waktu hingga 2 minggu. Tergantung tingkat kesulitannya," tutur Choirul Anam, Kepala Produksi Permata Showroom kepada Okezone, di Tanggulangin, Surabaya, Sabtu (20/1/2018).

Lebih lanjut Choirul Anam menjelaskan, dalam kurun waktu satu bulan, produk kerajinan kulit yang dihasilkan hanya mencapai 2500 buah produk, terdiri dari 1500 tas, 600 dompet, dan 400 ikat pinggang. Seluruh produk tersebut dibuat oleh sekitar 100 pengrajin lokal.

Dari segi kualitas, produk kerajinan kulit dari Tanggulangin ini tidak kalah dengan produk-produk ternama lainnya. Bahkan, sejumlah showroom telah memiliki konsumen tetap dari sejumlah negara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan beberapa negara di Asia Tenggara.

"Kami menggunakan kulit sapi dan domba berkualitas. Jadi tinggal menunggu permintaan konsumen saja ingin membuat produk seperti apa. Harganya pun lebih murah daripada di pasaran. Jika memesan dalam jumlah banyak, biasanya akan kami berikan potongan sampai 50rb per produk," tambahnya.

Perkembangan industri kerajinan kulit Tanggulangin sendiri ternyata juga sempat mengalami pasang surut. Terlebih saat bencana alam lumpur lapindo melanda wilayah tersebut.

"Permintaan pasar dari tahun ke tahun sebetulnya terus meningkat. Namun, semenjak bendana lumpur lapindo memang terjadi penurunan yang signifikan. Selama 6 bulan kami kolapse. Mau tidak mau kami harus menginformasikan ke sejumlah pihak bahwa wilayah kami aman dan tidak terkena dampaknya," tukas Choirul.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini