nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perceraian Tantangan Kekinian Peradaban Bangsa

Agregasi Antara, Jurnalis · Sabtu 20 Januari 2018 03:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 20 196 1847750 perceraian-tantangan-kekinian-peradaban-bangsa-OJAmQbXRrB.jpg

JAKARTA - Tingginya angka perceraian merupakan salah satu tantangan di masa kini dalam kaitannya membangun peradaban bangsa.

"Padahal peradaban bangsa diawali dari keluarga masing-masing, karena itu menjaga keluarga, melindungi dan mengembangkan keluarga adalah pokok dalam Islam," ujar Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Amin Abdullah Amin dalam Seminar Nasional: "Keluarga Berkemajuan Pijakan Bangsa Berkeadaban" di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jumat (19/1/2018).

Amin mengatakan dari dua juta pernikahan ada 300-340 ribu yang gagal di tengah jalan. Dia mengatakan dalam beragama jika tidak bisa selesai dengan diri sendiri maka akan sulit beragama keluar, termasuk untuk skala yang besar seperti berbangsa dan bernegara.

Berbagai tantangan yang kompleks, menurut Amin muncul dalam kehidupan berkeluarga dewasa ini seperti perubahan sosial yang mempengaruhi relasi pria dan wanita di keluarga.

Selain itu, terdapat persoalan beban ganda yang didengungkan oleh hampir semua wanita di dunia, tantangan pemenuhan waktu keluarga (family time) dan munculnya eksklusivisme dalam keluarga.

(Baca Juga: 6 Terapi Mampu Kurangi Gejala OCD, Paling Mudah Mendengarkan Musik)

Berbagai perubahan dan tantangan, kata dia, harus disikapi dengan bijak dan menuntut interpretasi keagamaan baru yang tidak padat yang bisa menghalangi masyarakat bergerak untuk bekomunikasi.

"Karena itu perlu ditekankan gerakan seperti lewat 'Aisyiyah, sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, harus ikut tampil ke depan dan menunjukan bahwa perbedaan-perbedaan tersebut jangan sampai menghancurkan keluarga," kata dia.

(Baca Juga: Belasan PNS Ajukan Perceraian, Mayoritas karena Perselingkuhan)

Untuk itu, diperlukan instrumen lewat 'Aisyiyah untuk memberikan pendidikan kepada calon pengantin dalam pandangan keagamaan yang sejalan dengan perubahan yang terjadi.

Dia mengatakan tantangan berkeluarga harus dibekali agar menjadi keluarga harmonis seperti dengan dorongan pelibatan suami dalam tugas domestik, pemeliharaan kesehatan reproduksi, serta perlunya pendidikan calon pengantin.

(Baca Juga: Menjadi Ibu di Usia 14 Tahun Adalah Pengalaman Kesepian)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini