Kendala Deteksi Dini Penyakit dengan Pemeriksaan Lab Canggih di Indonesia

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 20 Januari 2018 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 20 481 1847868 kendala-deteksi-dini-penyakit-dengan-pemeriksaan-lab-canggih-di-indonesia-ZICByMhWuC.jpg Ilustrasi (Foto: genedecode)

SEMAKIN canggihnya teknologi, seharusnya banyak penyakit yang dideteksi lebih awake dengan pemeriksaan di laboratorium. Tapi di Indonesia, belum sepenuhnya tenaga ahli menerapkan hal tersebut.

Berdasarkan survei, selama tiga tahun berturut-turut banyak sistem pelayanan kesehatan di Tanah Air belum berjalan baik. Salah satu faktor yang memengaruhi yakni kurangnya sumber daya manusia berkualitas.

Padahal, dengan pemeriksaan laboratorium yang tepat, pasien tidak perlu lagi kesulitan untuk mengetahui satu penyakit yang dideritanya. Maka pelayanan seperti itu harus dikembangkan lebih lanjut.

CEO Hoken Kagaku Kenkyujo Inc Health Science Research Institute Mr Yoshizoh Kugawa mengatakan, Indonesia mengalami kekurangan tenaga ahli sumber daya manusia di bidang laboratorium. Selama tiga tahun terakhir, sebenarnya pelayanan tersebut harus sudah berkembang, seiiring bertambah tahun.

"Survei di indonesa selama tiga tahun banyak pelayanan kesehatan di Indonesia yang tidak terlayani. Makanya peranan kami jadi lebih besar untuk memajukan pelayanan di sini," ujar Kugawa saat meresmikan Kalgen Innolab di kawasan Kuningan, baru-baru ini.

Faktanya, masyarakat terutama di Jepang misalnya, selalu mengandalkan tes laboratorium yang canggih untuk mendeteksi penyakit kronis. Seperti deteksi dini kanker payudara dengan pemeriksaan her 2 atau BRCA yang sangat membantu.

Selama ini sayangnya banyak pasien dengan penyakit kanker payudara bisa mendeteksi dengan bantuan pemeriksaan laboratorium. Mereka sudah putus asa lebih dulu, yang akhirnya banyak pasien meninggal dunia.

"Kanker payudara bisa disembuhkan kalau pemeriksaan her 2 positif di laboratorium. Begitu yang kedua, ada pemeriksaan leukimia. Namun, banyak orang tidak tahu dan menunggu ajal saja," ungkap Kugawa.

Untuk menekan angka kematian, tidak ada salahnya tenaga analis di laboratorium harus dilatih sesuai kebutuhan. Tren deteksi dini penyakit lewat laboratorium setidaknya mempermudah pasien untuk melawan penyakit lebih dini.

Tak hanya pemeriksaan kanker, biasanya orang di Jepang mendeteksi satu penyakit yang berkaitan dengan imunologi. Pemeriksaan kesehatan ini sangatlah membantu dalam kehidupan sehari-hari.

Ada banyak penyakit yang bisa dideteksi dengan tes laboratorium. Sayangnya, belum ada tempat sekaligus sumber daya manusia yang memadai.

"Karena itu, kami siap membantu melatih tenaga ahli untuk bekerja di laboratorium nantinya. Ke depan teknologi semakin canggih dan manusia tidak boleh dikalahkan," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini