nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baru 2 Tahun, Rafathar Tes Masuk Sekolah, Ini Dia Manfaatnya!

Vessy Frizona, Jurnalis · Senin 22 Januari 2018 22:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 22 196 1848733 baru-2-tahun-rafathar-tes-masuk-sekolah-ini-dia-manfaatnya-smb1xpgNrK.jpg Keluarga Raffi Ahmad (Foto: Instagram)

SIAPA tak kenal Rafathar Malik Ahmad? Ya, bocah dua tahun ini adalah putra semata wayang Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Sejak lahir pada 15 Agustus 2015, Rafathar langsung menjadi bintang.

Kini Raftahar sudah berusia 2 tahun. Ia terbilang anak yang aktif dan suka bersosialisasi. Hal itu tak lepas dari peran ayah-ibunya yang sering mengajak puteranya yang kerap disapa Aa (kakak dalam bahasa sunda) ini ke lokasi syuting dan bertemu dengan para fans.

Melihat keaktifan Rafathar, Raffi dan Gigi (sapaan Nagita) pun sepertinya akan memasukan buah hatinya sekolah lebih awal. Hal itu terlihat dari beberapa posting-an foto di akun Instagram Raffi Ahmad yang menerangkan bahwa Rafathar sedang mengikuti tes trial sekolah. Sejauh ini Rafathar sudah mengikuti tes di dua sekolah.

Lantas, apa manfaat bagi anak bersekolah pada usia dini, seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Play Group?

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Nasional Indonesia (PAUDNI), Dra Hj Uripasih, M. Pd., sekolah pada usia dini sangat bermanfaat bagi anak. Terutama dalam hal mengajarkan kemandirian, bersosialisasi, dan mengembangkan kreativitas.

 

“Di PAUD, anak-anak dipandu untuk memakai sepatu, meletakkan tas, atau meletakkan mainan sendiri. Mereka juga dapat bersosialisasi dan belajar bertoleransi dengan teman, seperti sharing mainan. Anak-anak juga belajar menari untuk mengembangkan motoriknya,” ujar Urip kepada Okezone beberap waktu lalu di Jakarta.

Namun, berdasarkan pendapat Dr. Stephen Camarata yang merupakan ahli terapi bicara anak di Amerika Serikat, memaksakan anak sekolah pada usia di bawah 4 tahun hanya akan menekan mereka. Jika anak belum siap itu bisa membuat si kecil stress.

Oleh sebab itu Uripasih mengatakan, jika anak-anak belum siap melakukan aktivitas rutin seperti pergi ke sekolah, hal itu bisa dilakukan di rumah. Asalkan ibunya aktif mengajak anak bermain.

“Sejak pagi, anak dibangunkan, lalu mandi, sarapan, kemudian bermain sambil belajar. Anak-anak diberi aktivitas yang dapat mengembangkan kreativitas dan motorik kasarnya,” tukas Urip.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini