nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menikmati Dessert Tempo Dulu hingga yang Khas dari Prancis di Jakarta

Sindonews, Jurnalis · Senin 22 Januari 2018 18:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 22 298 1848619 menikmati-dessert-tempo-dulu-hingga-yang-khas-dari-prancis-di-jakarta-903mQvsf8Q.jpg Creme Brulee dessert khas Prancis (Foto:Nytcooking)

TIDAK  sekadar menyediakan dessert, pemilik resto sengaja membuat konsep tempo dulu yang akan membawa pengunjung ke masa lalu.

Melalui konsep tempo dulu inilah pemilik restoran Sagoo Kitchen, Marissa Imelda dan Muljadi Widjaja ingin membawa atmosfer berbeda kepada siapa pun yang masuk ke dalamnya seperti kembali ke tempo dulu lewat detail desain interiornya.

Ada kusen, jendela dan lampu gantung yang terbuat dari piring zaman dulu, ornamen sarang burung menggantung di langit, meja dan kursi sederhana yang di atasnya bisa ditemukan camilan kerupuk seperti sedang berada di sebuah warung makan era lampau.

Dessert disini terbilang istimewa. Pertama sekali KORAN SINDO tertarik untuk mencoba beragam es yang disini disebut dalam ejaan lama ijs, pengaruh dari Belanda. Es tempo dulu pun inspirasinya datang dari wilayah seputaran melayu. Ada ijs katjang singapore yang menempatkan es serut dengan tuangan sirup warna warni. Di dalamnya ada kolang kaling berwarna merah, kacang merah yang legit, juga mutiara, serutan kelapa, dan cincau hitam. Rasanya terbilang sangat manis karena sirupnya mendominasi.

Ada juga ijs katjang brunette yang di dalamnya ada kacang merah legit dan ditabur kacang garing beserta es. Sementara yang favorit dan direkomendasikan harus Anda coba adalah ijs tjampoer Malaka, sebab rasa gula jawa berpadu tambahan serutan daging kelapa muda, kacang merah legit, dan siraman susu kental manis, kolang kaling putih, dan cincau hitam terasa sempurna.

 

Berbeda dengan ijs katjang aingapore yang manisnya mendominasi lewat sirupnya, ijs katjang Malaka lebih terasa manis pas berkat gula jawa, rasanya seperti lebih cocok menyatu dengan semua pelengkap tadi. Bila ketiga jenis es tadi memiliki rasa manis, coba ijs mangga seroet yang akan terasa segar di tenggorokan. Ada serutan mangga muda yang membuat rasanya asam dan menyegarkan.

Nah, es tadi ternyata sangat cocok dengan menu yang dipesan selanjutnya, yaitu roti bakar. Terbilang sederhana namun memiliki rasa yang tak terlupakan, roti dan pisang goreng disini juga a la tempo dulu. Salah satunya pesanlah roti bakar goela Malaka. Sederhana penampilannya, hanya berupa roti bakar yang di atasnya ditaburi dengan gula palem merah.

Namun jangan disangka justru kesederhanaan rasa asli tempo dulu dari taburan bubuk gula palem ini manisnya begitu mengena di lidah. Sementara ketebalan dan lembutnya roti bakar selagi hangat dinikmati ikut memberi rasa sederhana itu terasa sempurna.

"Roti bakar dan pisang goreng disini juga bisa dipesan sesuai permintaan tamu dengan berbagai rasa, misalnya cokelat dicampur keju," ungkap Heri Supriyadi dari Sagoo Kitchen kepada KORAN SINDO.

Masih ada rasa roti bakar lainnya, seperti roti bakar katjang margarin, roti bakar cokelat, roti bakar telor tjeplok, roti bakar kedjoe, bahkan disini juga ada roti goreng rendem telor. Sementara untuk menu camilan pisang goreng, ada pisang goreng original, pisang goreng kedjoe, juga pisang goreng goela Malaka.

Si Lezat Creme Brulee

Creme brulee, dikenal krim bakar atau crema catalana atau krim trinity, adalah makanan penutup yang terdiri atas custard yang kaya lapisan karamel keras yang kontras, yang biasanya disajikan pada suhu kamar.

Dasar custard secara tradisional dibumbui vanili, tetapi bisa memiliki berbagai perasa lainnya. Resep yang paling awal dikenal untuk creme brulee muncul di buku resep Catalan Llibre de Sent Sovi pada abad ke-14 dan Llibre del Coch pada abad ke-16.

Resepnya termasuk krim custard, di mana gula dituangkan, kemudian dibakar dengan batang besi yang panas sehingga menciptakan kerak api khas. Creme brulee tidak begitu umum dalam buku masak Prancis dan Inggris pada abad ke-19 dan 20, tapi juga menjadi sangat populer pada 1980-an, menjadi “sebuah simbol pemuasan diri dekade ini dan kesukaan dari restoran” yang dipopulerkan Sirio Maccioni di restorannya di New York Le Cirque.

Dia mengklaim bahwa dia menjadikannya makanan penutup paling populer dan paling populer di restoran dari Paris ke Peoria. Ingin mencicip creme brulee sebagai dessert ? Tidak perlu jauhjauh hingga ke Prancis, negara asalnya.

Anda bisa menemukannya di restoran bergaya Western , bahkan ada di kedai kopi. WE Eatery & Drinkery, restoran sekaligus bar yang berlokasi di South Quarter, Jakarta, ini punya menu creme brulee.

Cocok menjadi dessert pada sore hari sebagai teman ngopi, creme brulee juga bisa Anda temukan di Kedai Kopi Marco (KKM) di Mall Gandaria City. Creme brulee di Kedai Kopi Marco juga memiliki varian rasa yang dikombinasikan ala Indonesia, seperti rasa durian. Namun, di sini juga tetap dapat ditemukan creme brulee yang orisinal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini