Mengapa Celana Jeans Kebanyakan Berwarna Biru? Ini Jawabnya

Maharani Putri Sabillah, Jurnalis · Selasa 23 Januari 2018 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 23 194 1848906 mengapa-celana-jeans-kebanyakan-berwarna-biru-ini-jawabnya-h9RovrGiyy.jpg Celana jins mengapa warna biru? (Foto:Globe)

CELANA jeans atau denim adalah celana serbaguna yang bisa diandalkan dalam situasi apapun. Kepopuleran item mode yang satu ini tampaknya tak akan pernah lekang oleh waktu.

Kebanyakan celana jeans yang beredar di pasaran berwarna biru, baik biru muda maupun biru tua. Dengan begitu, pernahkah Anda bertanya mengapa umumnya celana jeans berwarna biru? Padahal jika dilihat-lihat biru bukan termasuk warna netral layaknya hitam dan putih. Lantas mengapa demikian?

BACA JUGA:

Tingkah Lucu Zoe Ibrahim, Anak Kedua Baim dan Artika Saat Liburan ke Jepang

Melansir dari Reader’s digest, Selasa (23/1/2018), untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus menengok kembali pada saat celana jeans kali pertama diciptakan. Selama ini kita tahu jika Levi Strauss adalah orang yang pertama menciptakan celana jeans. Namun, ternyata dia bukan penemu celana jeans modern seperti sekarang ini, dia hanya mematenkan gaya dengan paku keling untuk membuat celana jeans agar tidak mudah robek.

Pada dasarnya, celana jeans sudah ada dan menjadi kain tradisional untuk para pekerja. Jadi Levi Strauss hanya menambahkan beberapa sentuhan baru pada celana jeans agar terlihat lebih trendi seperti sekarang ini. Dalam mematenkan celana denim, Strauss pun juga menggunakan desain yang sama dengan celana katun cokelat yang disebut dengan celana “bebek”.

Sementara, alasan mengapa warna biru dipakai untuk celana jeans ialah karena sifat pewarna biru. Lansir dari Busines Insider, warna biru itu berasal dari pewarna nila alami. Pewarna ini dipilih karena sangat cocok dengan kapas.

 BACA JUGA:

Mengenal HPV, Penyebab Kanker Serviks yang Ternyata Juga Bisa Menyerang Pria

Saat dipanaskan, sebagian besar, zat pewarna akan meresap ke serat celana dalam suhu panas, tetapi pewarna nila akan menempel pada permukaan serat. Namun saat dicuci, molekul pewarna menjadi terkikis dan akan memudar dari waktu ke waktu. Di samping itu, semakin sering dicuci, maka semakin lembut pula celana tersebut. Hal ini yang membuat kebanyakan orang jadi nyaman mengenakan celana jeans.

Saat ini, celana jeans dicelup dengan menggunakan pewarna nila sintetis dan dengan teknik yang lebih cerdik. Benang lungsin (benang yang disusun sejajar) dicelup, tetapi benang pakan (benang yang melintang) dibiarkan putih. Hal ini bertujuan agar mengurangi jumlah pewarna. Ini juga yang menjadi penyebab mengapa banyak celana jeans berwarna biru di bagian luar, tetapi berwarna putih di bagian dalamnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini