Peran Ibu ketika Anak Pubertas

Selasa 23 Januari 2018 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 23 196 1848864 peran-ibu-ketika-anak-pubertas-CNkRAI3M4B.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Remaja memerlukan pendamping ketika memasuki masa pubertas. Di sinilah peran ibu diperlukan. Hal ini diungkapkan Elizabeth Santosa MPsi Psi ACC, psikolog ahli bidang perempuan.

Menurutnya, memasuki masa pubertas, di mana untuk perempuan ditandai dengan menstruasi, merupakan hal yang besar bagi kebanyakan remaja perempuan. Diperlukan sosok yang paling dipercaya para remaja untuk mendampinginya memasuki masa penting ini.

“Di sinilah peranan ibu yang tidak tergantikan, juga sebagai wujud ikatan antara ibu dan anak perempuannya,” ujarnya dalam acara #MenstruTalk, Obrolan Awal Menstruasi antara Ibu & Anak, yang diadakan Sangobion MenstruPain. Dia melanjutkan, masing-masing ibu dan anak remaja perempuan memiliki wujud ikatan yang beragam.

Elizabeth menekankan, bagaimanapun tetap diperlukan adanya pembicaraan dari hati ke hati, termasuk membahas seputar menstruasi dan reproduksi. Dia menyarankan para ibu untuk memperhatikan timing dalam menyampaikan informasi mengenai hal ini kepada anak remaja perempuannya.

Ibu sebaiknya memulai percakapan soal ini justru sebelum anak mengalami hari pertama menstruasi. Anie Rachmayani, Associate Marketing Director Consumer Health PT Merck Tbk, membenarkan perlunya peran penting ibu sebagai sumber informasi bagi anak remaja perempuannya, terutama seputar menstruasi dan reproduksi.

Berdasarkan hasil survei #Menstruactive, didapati bahwa tiga solusi untuk menanggulangi menstruasi yaitu dengan cara istirahat, terapi kompres hangat, dan mengonsumsi herbal. Lebih jauh, fakta yang mencerminkan kekuatan ikatan antara ibu dan anak diperoleh dari survei yang dilakukan pada November 2017 kepada lebih dari 1.000 remaja perempuan Indonesia.

Dari survei tersebut dijelaskan bahwa 70,7% perempuan Indonesia memperoleh informasi pertama mengenai menstruasi dari ibu, 64,7% merasa nyaman untuk berdiskusi mengenai menstruasi dan reproduksi dengan ibu, dan 27,3% di antaranya merasa lebih nyaman untuk membicarakan perihal topik tersebut dengan teman mereka.

Fakta menarik lainnya ditemukan bahwa perihal sanitasi ketika menstruasi (67,7%), fakta dan mitos mengenai menstruasi (65,9%), dan tips untuk mengurangi rasa sakit saat menstruasi (54.9%) menjadi tiga topik utama yang paling dibicarakan ibu dan anak remaja perempuannya.

Agar tetap nyaman selama menstruasi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, di antaranya tetap teratur berolahraga, relaksasi, memperhatikan asupan makanan, perbanyak makanan yang mengandung zat besi, istirahat cukup, menghindari kafein dan makanan yang banyak mengandung garam, memperbanyak sayuran dan buah yang kaya vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi.

Sebagai bagian dari kampanye #menstruactive, Sangobion Femine MenstruPain mendukung peran ibu yang tidak tergantikan dalam mendampingi anak perempuannya memasuki periode pubertas, dengan mengadakan #menstrutalk, diskusi antara ibu & anak perempuan Indonesia mengenai pengetahuan seputar menstruasi.

Sebagai partner ibu dalam edukasi menstruasi, Sangobion Femine MenstruPain memberikan solusi #menstruactive melalui produk Sangobion Menstrupain dan #menstrubracelet sebagai alat bantu edukasi siklus menstruasi sekaligus simbol ikatan ibu dan anak. (koran sindo)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini