Mantan Pramugari Beberkan Rahasia Makanan di Pesawat yang Tidak Sehat

Vessy Frizona, Jurnalis · Selasa 23 Januari 2018 17:46 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 23 298 1849148 mantan-pramugari-beberkan-rahasia-makanan-di-pesawat-yang-tidak-sehat-sPALQEqBc4.jpg Makanan dalam pesawat tidak sehat (Foto:Ist)

JIKA sudah membaca pengakuan pramugari yang satu ini, Anda mungkin akan berpikir ulang untuk menyantap makanan di pesawat.

Mantan pramugari dari maskapai terkemuka, Shreyas P mengungkap rahasia makanan yang disajikan di pesawat. Ia menyarankan kepada seluruh penumpang sebaiknya membawa makanan sendiri. Sebab makanan yang terlihat enak, sebenarnya jauh lebih buruk dari apa yang tampak.

Berdasarkan pengalaman Shreyas yang pernah bekerja sebagai pramugari di lima maskapai besar, dirinya dan para pramugari lain lebih memilih membawa makanan sendiri. Mereka tak ingin ‘menyentuh’ makanan dari pesawat sedikit pun.

BACA JUGA:

Gaya Stylish Song Hye Kyo & Song Joong Ki di Fashion Show Dior

Di situs tanya-jawab, Quora, Shreyas menjelaskan bahwa tak ada satu pun makanan di pesawat yang segar, bahkan mendekati segar. “Makanan yang di sajikan untuk penumpang disiapkan di dapur katering pesawat, 12 jam sebelum keberangkatan atau bahkan berhari-hari sebelumnya. Sekarang, siapa yang tau bahwa itu makanan dingin yang hanya dipanaskan saja untuk dikonsumsi?” tulis Shreyas seperti dilansir Thedailymeal, Selasa (23/1/2018).

Lebih lanjut ia juga menguak soal potongan buah segar yang dikonsumsi penumpang. "Potongan buah yang ada di nampan Anda masih terlihat segar. Tapi, bagaimana mungkin buah yang sudah dipotong berjam-jam sebelum keberangkatan masih terlihat segar?” tanyanya.

Pihak maskapai punya rahasia untuk membuat potongan buah agar terlihat segar dan tidak cepak busuk. Namun, dalam hal ini Shreyas tidak mau membeberkannya. Selain itu, ia juga membahas soal telur yang disajikan untuk penumpang. Shreyas menguak bahwa telur yang disajikan bukan telur sebenarnya. Tapi diinfus dengan sesuatu.

Jika penumpang makan mungkin akan merasa jika rasa dan tekstur agak berbeda. Tetapi, mereka tak akan mempermasalahkan dan tetap menyantap makanan karena tipu daya ketinggian di pesawat. Tekanan udara di ketinggian yang begitu tinggi memberi efek pada selera.

 BACA JUGA:

Pecak Bandeng hingga Sayur Lombok Ijo, Rekomendasi Makan Siang Menggugah Selera

"Sebagian besar dari kita menyadari hal ini, tapi selain telinga terganggu, indra penciuman penumpang jadi mati rasa. Berbeda dengan ketika mereka ada di darat. Kita punya selera makan yang baik dan dapat mencium aroma makanan,” sambungnya.

Dia memperhatikan bahwa katering maskapai penerbangan dalam beberapa tahun terakhir sudah mencoba menambahkan rempah-rempah, garam, dan lemak untuk membahagiakan lidah penumpang saat makan di pesawat. Meskipun menurutnya, cara itu tidak membuat makanan menjadi lebih baik.

Penambahan bahan tersebut membuat makanan justru jadi sangat tidak sehat. Bahkan jika Anda seorang vegan tetap merasa itu makanan hambar.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini