nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Objek Wisata Gunung Kelud Dibuka untuk Umum pada 2019

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 23 Januari 2018 16:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 23 406 1849070 objek-wisata-gunung-kelud-dibuka-untuk-umum-pada-2019-e9wXR8vkX9.jpg Kawah Gunung Kelud (Foto: Dimas/Okezone)

TERLETAK di kawasan Ring of Fire, Indonesia menjadi rumah bagi ribuan gunung berapi yang masih aktif hingga saat ini. Anda tentunya masih ingat dengan erupsi Gunung Agung di Bali beberapa waktu lalu.

Setidaknya lebih dari 50.000 penduduk harus dievakuasi ke zona aman untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Fenomena alam ini mengingatkan kita kepada sederat letusan gunung di Indonesia. Salah satunya adalah letusan Gunung Kelud.

Meskipun hanya berlangsung selama 2 hari dan hanya memakan 4 korban jiwa, letusan Gunung Kelud pada 2014 lalu dianggap lebih dahsyat daripada tahun 1990. Dilaporkan dari berbagai sumber, dampak dari letusan yang terjadi pada 14 Februari 2014 ini, telah mencapai Kabupaten Ponorogo, D.I. Yogyakarta, serta menghancurkan infrastruktur yang terdapat di sekitarnya.

 

Alhasil, salah satu ikon wisata dari kota Kediri, Blitar, dan Malang itu harus ditutup sementara waktu untuk dilakukan pembangunan serta pengembangan wilayah area wisata baru. Wilayah pengembangan ini dibagi menjadi 2 zona khusus. Pertama adalah zona sirkuit kelud, di mana para wisatawan dapat menyambangi puncak kelud sambil merasakan sensasi menaiki offroad menggunakan jeep.

 (Baca Juga: Tingkah Lucu Zoe Ibrahim, Anak Kedua Baim dan Artika Saat Liburan ke Jepang)

Setelah sampai di puncak, Anda dapat menyaksikan keindahan kawah Gunung Kelud yang terbentuk dari pecahan anak gunung saat erupsi terjadi. Airnya yang berwarna hijau tosca bisa menjadi background unik untuk menghiasi foto selfie Anda.

Tidak hanya itu, danau kawah ini juga dikelilingi 3 puncak gunung sekaligus yakni, puncak Sumbing, puncak Gajah Mungkur, dan puncak Kelud. Pemandangan tersebut semakin terlihat cantik karena dihiasi hamparan bunga edelweis yang baru tumbuh, serta tebing-tebing tinggi yang dapat digunakan untuk kegiatan rock climbing.

 

Sebelum erupsi terjadi, sebetulnya ada beberapa terowongan khusus untuk dilalui para wisatawan. Namun menurut Arkeolog dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kediri, Eko Priatno, jalur tersebut terpaksa ditutup untuk umum, dan baru akan dibuka pada 2019 mendatang.

"Sementara ini harus kita tutup, karena area kawah masih dalam proses pengembangan. Jika pembangunan berjalan lancar, rencananya akan kembali dibuka pada akhir tahun 2018, atau tepatnya awal tahun 2019 wisatawan sudah dapat kembali mengunjungi objek wisata ini," tutur Eko kepada Okezone, di Puncak Kelud, Kediri, Jawa Timur, Senin 22 Januari 2018.

 (Baca Juga: Melihat dari Dekat Wisata Literasi di Surabaya, Bikin Takjub)

Uniknya, meski area wisata Gunung Kelud belum dibuka untuk umum, namun jumlah kunjungan wisatawan pada akhir tahun lalu terpantau padat.

"Tahun Baru kemarin jumlah wisatawan mencapai angka 10 ribu orang. Kalau hari biasa hanya 300 sampai 600 orang saja. Sedangkan weekend bisa sampai 1200 orang (Sabtu) dan 2000 sampai 3000 orang (Minggu)," tutur Nadlirin, Kasi Promosi Pariwisata Kediri.

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, peningkatan jumlah wisatawan ini ternyata disebabkan oleh kemunculan objek-objek wisata baru di area Gunung Kelud atau dikenal dengan sebutan zona agro wisata. Pengunjung dapat menyambangi Taman Agro Margo Mulyo yang menyuguhkan beberapa area wisata seperti taman bunga, patung Lembu Suryo, dan Kampung Durian.

"Objek wisata baru ini memang sengaja dibuka sambil menunggu Puncak Kelud dibuka," tukas Nadlirin.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini