Share

Kurang Gizi Sejak Kecil Berdampak Buruk pada Anak hingga Dewasa Kelak!

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 23 Januari 2018 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 23 481 1849035 kurang-gizi-sejak-kecil-berdampak-buruk-pada-anak-hingga-dewasa-kelak-B28D8e19Ht.jpg Ilustrasi stunting (Foto: Sheknows)

IBU menjadi orang terdekat dengan anak-anaknya. Dalam keluarga, ibu merupakan seorang yang memegang peranan penting, apalagi dalam menyiapkan dan menyediakan makanan bagi seluruh anggota keluarga, khususnya anak.

Pentingnya asupan makanan yang disiapkan ibu berpengaruh pada gizi setiap anggota keluarga. Pasalnya, jika tidak dipenuhi gizi tiap anggota keluarga, khususnya anak, bisa jadi masalah baru, salah satunya malnutrisi.

 BACA JUGA:

4 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat, Wajah Mulus Lagi!

Saat ini, Indonesia tengah mengalami stunting pada anak-anak balitanya. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak berusia terlalu pendek.

"Masalah gizi pada anak akan memengaruhi pertumbuhan generasi bangsa. Dibeberapa daerah masih ada penduduk yang tidak memiliki makanan yang cukup, sehingga balita mengalami masalah pertumbuhan," ucap Dra. Hj. Nur Hayati Said Agil Siradj, MA, selaku Ketua Pengurus Harian PP muslimat Nahdatul Ulama (NU), dalam sambutannya pada acara Hari Gizi Nasional 2018, yang bertajuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Anak Indonesia Zaman Now, No Malnutrisi, No Obesitas; Sayangi Anak dengan Makanan Bergizi Seimbang, di Gedung Graha Utama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Tidak hanya menyiapkan dan menyediakan makanan dengan gizi seimbang, ibu juga harus memiliki pengetahuan yang cukup terkait dengan gizi yang diperlukan oleh anak, sejak dalam kandungan hingga berusia balita, dan seterusnya. Selain itu, jauh dari sebelum mengalami proses kehamilan, wanita dewasa perlu memperhatikan asupannya agar bisa mengandung dengan kualitas janin yang baik.

"Asupan gizi seimbang harus dimulai dari gadis untuk mempersiapkan kehamilan, karena akan memengaruhi kualitas bayi dan kesehatannya nanti," imbuhnya.

Ada banyak faktor yang sebenarnya sudah harus diinvestasikan sejak belum mengalami proses kehamilan, yang bisa berpengaruh pada nutrisi anak dan kesehatan fisik maupun rohaninya. Faktor-faktor tersebut diantaranya, pola makan seimbang, memperbanyak pengetahuan soal gizi seimbang, menghidangkan makanan yang cukup nutrisi dan gizi seimbang, dan gaya hidup sehat.

 BACA JUGA:

Mengapa Celana Jeans Kebanyakan Berwarna Biru? Ini Jawabnya

“Kekurangan gizi pada awal kehidupan bayi bisa menyebabkan kelemahan fisik dan sel otak, berakibat pada rendahnya tingkat produktifitas saat dewasa,” tandasnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini