Kaitan Masalah Gizi Buruk dengan Campak, Ini Cara Penanganannya

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Selasa 23 Januari 2018 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 23 481 1849193 kaitan-masalah-gizi-buruk-dengan-campak-ini-cara-penanganannya-RWApCbFFCX.jpg Gizi buruk (Foto: Dok.Okezone)

PERMASALAHAN gizi buruk serta wabah campak yang terjadi di Kabupaten Asmat, Papua, kini tengah menjadi topik terhangat kesehatan di Tanah Air. Banyak indikator yang menyebabkan ini menjadi kejadian luar biasa sehingga pemerintah tak tinggal diam.

Bicara gizi, kasus yang mencuat di wilayah tersebut yakni akibat kekurangan nutrisi. Masalah yang selalu dipertimbangkan sejak lama adalah kekurangan makanan.

 BACA JUGA:

Miris! Indonesia Memiliki Angka Stunting Terbesar ke-5 di Dunia

Akibatnya, anak jadi tumbuh kurus atau menjadi gizi buruk. Lantas, yang menjadi pertanyaan bagaimana gizi buruk bisa berkembang menjadi penyakit lain, salah satunya campak?

Gizi buruk sendiri bukan suatu penyakit, tapi anak yang terkena masalah tersebut bisa menderita satu penyakit. Anak jadi rentan terinfeksi virus, seperti campak.

"Ada hubungan timbal balik dari masalah gizi buruk menjadi campak. Yang berbahaya dari campak kalau anaknya enggak dikasih kapsul vitamin A bisa menyebabkan kebutaan, itu cepat sekali. Jadi, kalau sudah gizi buruk lalu kena campak sebaiknya matanya diperiksa," tutur Dr Atmarita MPH, Ketua Bidang Ilmiah DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), yang ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/1/2018).

Lebih lanjut, Atmarita menyarankan agar pemberian kapsul vitamin A harus sebanyak dua kali. Yakni pada hari ini dan esok hari.

Nah, untuk pencegahan masalah gizi butuk dan campak, masalah ini perlu ditangani secara bersamaan. Menyembuhkan campak dan memenuhi kebutuhan gizi melalui makanan tambahan agar status gizi membaik dan daya tahan tubuh meningkat dalam melawan berbagai penyakit.

Pemerintah sendiri telah mengirim bantuan pemberian makanan tambahan (PMT). Logistik sudah dikirim sejak lama, terutama sejak adanya wabah campak pada September 2017.

Terdapat tiga ton logistik PMT yang diberikan ke penduduk Kabupaten Asmat. Hal ini sangat berharga, apalagi untuk memenuhi status gizi anak.

 BACA JUGA:

Kurang Gizi Sejak Kecil Berdampak Buruk pada Anak hingga Dewasa Kelak!

"Makanan tambahan ini kami sebut sebagai makanan padat gizi, kalori tinggi dengan kandungan vitamin dan mineral tinggi. Kalau balita bentuknya biskuit. Untuk ibu hamil juga ada, bentuknya menyerupai sandwich lapis 2 ada krim yang mengandung vitamin," papar Galopong Sianturi, SKM, MPH, dari Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang dijumpai dalam lokasi yang sama.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini