nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bagaimana Cara Aman Mengeluarkan Serangga yang Masuk ke Telinga?

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Kamis 25 Januari 2018 07:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 24 194 1849773 bagaimana-cara-aman-mengeluarkan-serangga-yang-masuk-ke-telinga-B6bwNUuX0Y.jpg Ilustrasi (Foto: Davidavocadowolfe)

TELINGA merupakan salah satu panca indera manusia yang berfungsi untuk mendengar. Namun ketika kemasukan benda asing atau bahkan telinga kemasukan serangga bandel, tentu ini rasanya sangat mengganggu. Bagaimana cara mengeluarkan serangga yang masuk dalam telinga? Apa akibatnya jika tidak dikeluarkan?

Bagaimana telinga bisa kemasukan serangga?

Serangga kecil bisa masuk ke telinga kapan saja, terutama ketika Anda sedang beraktivitas di luar ruangan. Misalnya olahraga, berkebun, jalan kaki di trotoar, atau mungkin sedang berkemah.

Serangga yang masuk ke telinga bisa saja mati, namun mungkin ada yang bertahan hidup dan mencoba merangkak keluar dari telinga Anda. Nah, aktivitas dari tamu yang tidak diundang inilah yang bisa menimbulkan berbagai gejala yang Anda alami di telinga. Mulai dari rasa gatal di dalam telinga, telinga berdenging, hingga mungkin terasa nyeri menyakitkan. Rasa sakit di dalam telinga ini bisa diakibatkan oleh sengatan atau gigitan serangga yang merasa terancam karena terperangkap dalam liang telinga Anda.

Kebanyakan kasus telinga kemasukan serangga sebenarnya tidak berbahaya. Namun jika tidak segera dikeluarkan, ada risiko komplikasi yang mungkin mengintai. Gejala yang timbul saat telinga kemasukan serangga

Bila serangga masih hidup saat berada di dalam telinga Anda, dengungan dan pergerakan serangga seringkali terdengar sangat keras dan terasa sakit. Anda juga mungkin akan mengalami rasa sakit, peradangan, bengkak, dan iritasi pada telinga. Tidak menutup kemungkinan juga peradangan di dalam telinga akhirnya membentuk benjolan bernanah yang bisa pecah, sehingga telinga tampak mengeluarkan cairan. Namun, kondisi ini akan lebih sulit dideteksi jika terjadi pada anak-anak.

Komplikasi yang mungkin terjadi jika telinga kemasukan serangga

Komplikasi yang paling umum jika telinga kemasukan serangga adalah gendang telinga pecah atau membran timpani pecah.

Serangga yang masuk ke telinga mungkin saja akan membuat gigitan atau goresan pada gendang telinga, hal ini yang akan memperburuk kondisi gendang telinga Anda. Gendang telinga pecah merupakan kondisi di mana adanya sobekan pada membran timpani, sebagai pemisah saluran telinga bagian luar dengan telinga bagian tengah.

Pecahnya gendang telinga ini dapat mengakibatkan gangguan berupa hilangnya pendengaran dan infeksi pada telinga bagian tengah. Kondisi ini dapat bersifat sementara hingga gendang telinga Anda pulih kembali. Jika Anda mengalami gendang telinga pecah, Anda akan merasakan sakit dan biasanya keluar cairan (nanah atau darah) dari telinga.

Bagaimana mengatasi telinga kemasukan serangga?

Serangga yang nyangkut di dalam telinga harus cepat-cepat dikeluarkan. Tapi Anda harus tetap teang dan jangan panik. Gerakan yang tiba-tiba dan berlebihan justru bisa membuat serangga makin masuk ke saluran telinga bagian dalam.

Jika serangga masih hidup, Anda bisa tuangkan minyak sayur atau baby oil ke dalam liang telinga. Biasanya ini cukup untuk membunuh serangga. Bila Anda menduga serangga sudah mati, Anda bisa menyemprotkan air hangat dengan spuit (alat suntik tanpa jarum) untuk mengguyur serangga keluar dari liang telinga. Namun bila Anda memiliki riwayat penyakit telinga, sebaiknya kunjungi dokter.

Hindari mengeluarkan serangga dengan menggoreknya menggunakan tangan. Jangan pernah memasukkan benda seperti pinset atau cotton bud ke dalam telinga. Hal ini justru akan semakin mendorong serangga masuk, sehingga dapat melukai gendang telinga Anda.

Jika Anda masih tidak bisa mengeluarkan serangga tersebut sebaiknya jangan dipaksakan. Jika kondisi semakin memburuk, misalnya merasakan sakit di dalam telinga, telinga meradang bahkan membengkak, atau bahkan mengalami kesulitan mendengar, segeralah periksakan telinga Anda ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini