nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gejala Sering Tak Disadari, Waspada Aritmia Jantung yang Mematikan!

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 24 Januari 2018 18:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 24 481 1849724 gejala-sering-tak-disadari-waspada-aritmia-jantung-yang-mematikan-jsxjxYMPtH.jpg Ilustrasi (Foto: Indianexpress)

SELAMA masih hidup, jantung manusia tak berhenti berdetak. Tapi sayang, ada sebagian orang yang mengalami kelainan ritme detak jantung, meskipun usianya masih muda.

Kelainan tersebut dikenal dengan istilah aritmia jantung yang menyebabkan disebabkan karena gangguan listrik di arteri. Gejala yang mudah dikenali ialah jantung berdegup tidak beraturan.

Namun, banyak orang yang tidak menyadari penyakit ini. Padahal siapapun bisa terserang, termasuk orang usia muda.

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr Agung Fabian C SpJP(K) menjelaskan, aritmia menyebabkan irama jantung tidak teratur. Ada hambatan aliran listrik ke arteri jantung, sehingga membuat detak jantung terganggu.

"Sayangnya banyak orang yang mengabaikan gangguan aritmia. Sekira 87% pasien aritmia meninggal dunia mendadak karena tidak tahu cara mengatasinya," ujar dr Agung dalam acara Outlook Penyakit Jantung di Indonesia Tahun 2018 di RS Harapan Kita, Jakarta Barat, Rabu (24/1/2018).

Untuk pencegahan, setiap orang wajib tahu gejala aritmia yang sebenarnya mudah dikenali. Paling sering yakni jantung berdebar, kepala pusing, tubuh terasa lemas, hingga tak jarang pasiennya pingsan mendadak.

Berkenaan dengan gejala utama jantung berdebar, tetap harus dipastikan apakah benar itu gejala aritmia atau adrenalin terpacu. Membedakannya yakni, di saat santai atau sedang tidak beraktivitas berat, berarti Anda harus curiga dengan gejala aritmia tersebut.

"Masyarakat harus waspada dengan gejala aritmia, karena tidak khas. Apalagi saat berdebar, harus membedakan secara pasti," tambahnya.

Dijelaskan dr Agung, seseorang yang mengalami gejala irama jantung tidak beraturan ini tidak hanya sebatas cepat. Pasien juga mengeluh denyut jantungnya tidak teratur, hingga terasa lebih kuat.

Jika mengalami gejala seperti itu, seharusnya Anda segera konsultasi dengan dokter. Jangan abaikan agar tidak menimbulkan kematian yang berdampak membahayakan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini