nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bayi Lahir dengan Operasi Caesar Berisiko Obesitas Sebelum Usia 5 Tahun, Benarkah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 25 Januari 2018 14:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 25 481 1850003 bayi-lahir-dengan-operasi-caesar-berisiko-obesitas-sebelum-usia-5-tahun-benarkah-uqhsxX0ZuS.jpg Ilustrasi (Foto: Dailymail)

FAKTOR seorang anak mengalami obesitas beragam. Ada pola makan yang tidak benar, genetik, atau yang baru-baru ini telah ditemukan, karena si anak dilahirkan secara oeprasi caesar!

Ya, peneliti mencatat bahwa bayi yang dilahirkan melalui proses caesar memiliki risiko obesitas sebelum dia berusia 5 tahun. Bayi yang dilahirkan secara operasi caesar juga lebih cenderung menderita asma selama masa kanak-kanak, sementara ibu mereka menghadapi ancaman keguguran dan ketidaksuburan di masa depan.

Fakta yang menakutkan bukan? Namun, penelitian ini bukan isapan jempol belaka. Dikutip dari Daily Mail, Kamis (25/1/2018), 79 penelitian terkenal menjelaskan bahwa rata-rata 9,2 pada setiap 100 bayi yang lahir secara alami mengalami obesitas sebelum usia 5 tahun ketika dia dilahirkan secara operasi caesar.

Namun, referensi lain mengungkapkan bahwa kasus ini meningkat menjadi hampir 14 dari setiap 100 bayi yang lahir dengan operasi caesar.

Risiko peningkatan 51% ini bisa terjadi karena bayi yang dikeluarkan dari rahim tidak terkena bakteri penting sebagaimana adanya jika melewati persalinan normal. Menurut peneliti, tanpa adanya bakteri penting itu, metabolisme dan kemampuan tubuh bayi untuk menyimpan lemak mungkin akan berpengaruh.

(Baca Juga: Warga DKI Jakarta Masih Banyak yang Kurang Mengerti Gizi, Apa yang Salah?)

Dr Sarah Stock, yang merupakan rekan penulis kajian dari Pusat Kesehatan Reproduksi MRC di Universitas Edinburgh, mengatakan, meskipun Anda tidak dapat menyimpulkan bahwa persalinan caesar menyebabkan hasil ini, ibu hamil dan dokter harus sadar bahwa persalinan caesar terkait dengan risiko jangka panjang untuk bayi dan kehamilan berikutnya.

"Di sini jadi jelas bahwa wanita erat kaitannya pada risiko dan manfaat individual terhadap persalinan jenis ini. Namun, sangat penting bahwa dokter tetap merawat dengan baik untuk memastikan bahwa calon ibu diberi tahu tentang risiko yang kemungkinan akan mereka manfaatkan dengan melakukan operasi caesar.

Di Inggris, lebih dari seperempat bayi dilahirkan melalui operasi caesar setiap tahunnya. Angka tersebut meningkat dari 24,1% menjadi 27,1% pada dekade ini sampai 2015-2016. Kajian tersebut menemukan dampak terbesar dari persalinan jenis ini pada anak-anak dan itu adalah masalah berat badan mereka.

Dr Stock menambahkan, pihaknya tidak melihat penyebabnya, namun tidak dapat mengesampingkan bahwa pemulihan dari operasi caesar dapat mempengaruhi tingkat menyusui dengan anak-anak yang kurang mendapatkan ASI cenderung mengalami obesitas.

(Baca Juga: Jangan Malas Makan Sayur, Konsumsi Rutin Kacang Polong dan Brokoli Cegah Obesitas)

Sementara itu, terkait dengan masalah asma, bayi yang lahir dengan operasi caesar hampir 20% lebih mungkin menderita asma sebelum usia mereka 12 tahun. Tingkat asma meningkat dari sekitar 3,05 pada 100 bayi yang lahir secara alami menjadi 3,65 pada setiap 100 orang yang lahir caesar.

Kemungkinan lain juga terjadi karena bayi kehilangan bakteri saat dia tidak dikeluarkan melalui Miss V secara langsung. Di mana, bakteri itu dapat melindungi bayi terhadap alergi yang menyebabkan mengi dan sesak napas.

Kajian tersebut menunjukkan bahwa wanita yang pernah melakukan persalinan caesar, sepertiga lebih kecil kemungkinannya untuk mereka bisa melakukan persalinan normal.

Kesalahan ini mungkin disebabkan oleh luka atau infeksi di rahim setelah dokter memotongnya bagian perut untuk mengeluarkan bayi. Jaringan parut rahim juga bisa menjadi faktor tingkat keguguran yang lebih tinggi pada wanita yang pernah mengalami caesar.

Namun, penelitian yang dipublikasikan di jurnal PLOS Medicine ini juga menyimpulkan bahwa wanita yang memiliki operasi caesar cenderung tidak mengalami inkontinensia urin atau prolaps pelvis.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini