nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kentut 20 Kali per Hari, Normalkah?

Ajeng Dwiri Banyu, Jurnalis · Kamis 25 Januari 2018 17:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 25 481 1850166 kentut-20-kali-per-hari-normalkah-EYwb8MxYYI.jpg Ilustrasi (Foto: Healthgrades)

PERNAHKAH Anda buang angin lebih sering dari biasanya? Banyak yang bertanya-tanya berapa kali normalnya jumlah gas yang dikeluarkan oleh tubuh kita.

Meskipun banyak mengeluarkan gas dalam tubuh adalah hal normal, perlu Anda ketahui penyebab kentut atau buang angin yang berlebihan ini.

Menurut Kyle Staller, MD, seorang ahli gastroenterologi di Massachusetts General Hospital, rata-rata orang memiliki sekira 0,5 sampai 1,5 liter gas dan pengeluarannya tergantung jalur pencernaan per harinya. Namun, jumlah gas yang biasanya dikeluarkan belum dapat ditentukan secara pasti oleh para dokter.

Berbagai mitos mengenai hal ini pun muncul, seperti pemikiran umum yang mengaitkan orang yang paling banyak mengeluarkan gas adalah wanita yang kelebihan berat badan.

 (Baca Juga: Intip Mewahnya Pesta Ulang Tahun ke-18 Cucu Presiden Duterte)

“Penelitian belum menunjukkan bahwa produksi gas bersifat spesifik, seperti perbedaan gender. Wanita dan pria sama-sama bisa buang angin 15 sampai 20 kali per harinya dan hal tersebut masih dikatakan normal dan sangat umum bagi semua orang,” ujar Staller.

Ya, buang angin sebanyak 20 kali memang tidak bisa dipercaya begitu saja. Namun, nyatanya gas yang terbuang bisa saja angin yang tidak disadari keluar dengan sendirinya. Saat malam hari pun tubuh bisa secara refleks melepas angin atau gas yang ada.

Ashkan Farhadi, MD, seorang ahli gastroenterologi di Orange Coast Memorial Medical Center dan Direktur Proyek Penyakit Digestive Care Group, Fountain Valley California mengatakan bahwa gas yang terdapat di dalam tubuh bisa berasal dari mengunyah permen karet ataupun minum dengan menggunakan sedotan.

“Alasan paling umum bagi tubuh Anda untuk menghasilkan gas ekstra adalah karena hal-hal yang tidak dapat diserap atau dicerna tubuh. Jika tubuh tidak bisa menyerap nutrisi tertentu, maka mereka akan pergi ke usus besar dimana bakteri alami yang tidak berbahaya hidup di sana,” tambah Staller seperti dilansir Prevention.

 (Baca Juga: Berapa Lama Manusia Dapat Bertahan Hidup Tanpa Minum?)

Saat ini, oligosakarida, disakarida, monosakarida, dan lopiol mendapat banyak perhatian karena diketahui sebagai senyawa penghasil gas. Fodmap adalakarbohidrat yang terkandung pada banyak jenis makanan, seperti sayuran dan susu. Senyawa ini tersimpan di perut dan usus halus yang kemudian dicerna oleh bakteri di usus besar Anda.

Mengeluarkan gas terlalu sering juga bisa mengakibatkan orang menjadi sensitif. Untuk itu, jika Anda mengalami masalah ini, segeralah mengganti bahan makanan yang mengakibatkan keluarnya gas berlebih.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini