nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Yohana Geram dengan Pelecehan Seksual di Rumah Sakit di Surabaya

Vessy Frizona, Jurnalis · Jum'at 26 Januari 2018 16:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 26 196 1850696 menteri-yohana-geram-dengan-pelecehan-seksual-di-rumah-sakit-di-surabaya-MxZ64JxkyS.jpg Menteri PPPA Yohana Yembise (Foto: Okezone)

BEBERAPA waktu lalu beredar luas di dunia maya video terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh perawat laki-laki di Rumah Sakit Nasional Hospital Surabaya. Perawat tersebut diduga melakukan tindakan pelecehan seksual pada salah satu anggota tubuh pasien yang tengah menjalani perawatan.

Atas kejadian tersebut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise merasa geram. Ia mengatakan seharusnya setiap pasien mendapat perlindungan ekstra saat dirawat di rumah sakit.

 (Baca Juga: Ibu Menyusui Ini Panik Warna ASI Berubah Jadi Pink, Bercampur dengan Darah?)

“Saya merasa sangat geram atas adanya kejadian pelecehan seksual terhadap perempuan. Mirisnya, hal ini dilakukan oleh tenaga medis kepada pasien yang tengah menjalani perawatan. Pasien yang seharusnya mendapatkan perlindungan karena dalam kondisi tidak berdaya setelah menjalani operasi, justru mendapatkan perlakuan yang tidak pantas oleh salah satu perawat laki-laki,” papar Yohana Yembise dalam keterangan persnya yang diterima Okezone, Jumat (26/1/2018).

Menteri Yohana menegaskan tidak mentolerir sekecil apapun bentuk kekerasan, pelecehan, dan diskriminasi, khususnya terhadap perempuan dan anak. Pelaku harus mendapatkan sanksi atau hukuman sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar menimbulkan efek jera dan tidak ada korban lagi di kemudian hari

 (Baca Juga: Gadis Ini Jadi Viral Gara-Gara Mainan Slime, Apa yang Dia Lakukan?)

Lebih lanjut, ia mengapresiasi pihak manajemen RS dan aparat kepolisian yang segera mengambil tindakan untuk menangani dugaan kasus pelecehan seksual terhadap perempuan yang akhir-akhir ini jumlahnya semakin meningkat. Setelah diinterogasi oleh pihak RS, akhirnya pelaku mengakui perbuatannya dan memohon maaf kepada korban.

Karena telah melanggar etika profesi, pihak RS pun telah memberhentikan perawat tersebut dari pekerjaannya. Sementara itu, Polresta Surabaya kini tengah melakukan penyelidikan dan akan ditingkatkan ke proses penyidikan jika menemukan indikasi adanya tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku.

Wanita yang akrab disapa Mama Yo ini berharap Kementerian Kesehatan dapat meningkatkan upaya perlindungan kepada pasien yang dinilai menjadi tempat rawan bagi terjadinya tindakan pelecehan atau bentuk kekerasan lainnya. Kementerian Kesehatan merupakan mitra kerja terdekat dalam penanggulangan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KTPA). Selain itu, Kementerian Sosial dan Polri yang sudah sejak tahun 2000 lalu diberikan mandat dalam Ķatmagatrifol (Kesepakatan Tiga Menteri dan Polri terkait Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan).

“Kami berharap pihak RS dapat memberikan layanan rehabilitasi sosial terhadap trauma yang dialami korban agar cepat pulih dan mendapatkan kepercayaan diri kembali karena jika tindakan tersebut tidak segera dilakukan, maka akan berdampak negatif seumur hidup. Kami juga mendorong perempuan untuk punya keberanian melaporkan kasus kekerasan yang dialami. Jangan diam saja!” tegas Menteri Yohana.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini