Image

Kenali Cara Penularan Penyakit Hepatitis C yang Perlu Diwaspadai

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 26 Januari 2018 18:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 26 481 1850818 kenali-cara-penularan-penyakit-hepatitis-c-yang-perlu-diwaspadai-eBOLVAFEUR.jpg Ilustrasi (Foto: Everydayhealth)

SIAPA saja bisa mengidap penyakit hepatitis C karena penularannya mudah. Yang harus dihindari yakni penggunaan jarum suntik yang tidak steril.

Dalam kurun waktu 30 tahun, jumlah penderita hepatitis C di kalangan penasun semakin meningkat. Selain karena narkotika, alkohol dan zat adiktif, orang yang sering menghadapi tindakan medis dengan jarum suntik juga rawan.

Pada tahun 2002, WHO menyebutkan, jumlah orang yang menderita penyakit hepatitis C sebanyak 2 juta kasus infeksi. Penyakit ini banyak dialami oleh penduduk di negara berkembang, seperti Indonesia.

Berdasarkan WHO Global Database of Blood Safety, ada 43% produk darah di negara berkembang tidak mendapat perlindungan dari penyakit hepatitis C. Maka, risiko penyakit ini penularannya semakin besar dan harus dihindari.

Terutama di kalangan tenaga medis yang sering menusukkan jarum ke pasiennya. Diperkirakan ada 3%-10% tenaga medis yang tertular penyakit hepatitis C karena hal ini.

Sementara itu, kasus hepatitis C pada ibu yang menularkan ke bayinya terjadi sekira 5%. Angka ini tergolong kecil, tapi dampaknya sangat fatal, yang berhubungan dengan nyawa.

Berdasarkan hasil surveilans Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, sebanyak 27,52% penasun menderita hepatitis C. Ini terjadi sepanjang tahun 2007-2012.

Kasubdit Hepatitis dan Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan dr Sedya Dwisangka MEpid menjelaskan, penyakit hepatitis C ditularkan lewat virus RNA yang memiliki partikel untuk menyelimuti sel tubuh. Virus itu berkembang di organ hati yang vital.

"Kita sama-sama tahu hepatitis C salah satu masalah kesehatan. Penderitanya 1,01 persen. Klo dilihat persennya kecil, artinya 2,5 juta klo dibandingkan. Ini harus segera kita tuntaskan," ujar dr Ongky saat ditemui di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (26/1/2018).

Tak sekedar pengguna jarum suntik, pasangan dengan perilaku seksual sembarangan juga menyebabkan hepatitis C. Orang yang suka menggunakan tato juga rentan menderita hepatitis C.

Karena itu, proses penularannya sangat dekat, sehingga harus diwaspadai. Tapi orang tidak pernah menyadari, karena penyakit ini hampir tidak bergejala.

dr Ongky menambahkan, setiap orang harus berkomitmen mencegah hepatitis C. Penyakit ini harus segera dicegah sejak dini dengan skrining lebih awal.

"Sayang ada banyak tantangan yang harus kita hadapi dalam melakukan pencegahan penyakit ini. Di tahun 2030, hepatitis C harus segera tereliminasi perlahan-lahan," tutupnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini