nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hobi Membuat Kue Ternyata Bisa Menghilangkan Stres Loh

Vessy Frizona, Jurnalis · Sabtu 27 Januari 2018 16:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 27 196 1851099 hobi-membuat-kue-ternyata-bisa-menghilangkan-stres-loh-wy0r4xjzcz.jpeg Membuat kue menghilangkan stres (Foto:Huffpost)

SALAH satu alasan seseorang yang hobi bikin kue, baking hanyalah kegiatan iseng untuk sekadar memanaskan oven saja. Namun ternyata baking memiliki manfaat lebih dari itu.

Ya, kebanyakan orang yang hobi bikin kue, sangat suka membuatkan brownis atau cupcakes untuk teman, keluarga, kekasih, atau kerabat. Entah di momen ulang tahun atau ingin menciptakan momen sweet saja dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, hampir semua orang suka cokelat dan makanan yang manis-manis.

Seperti dilansir Huffpost, Sabtu (27/1/2018), ternyata baking lebih dari sekadar menciptakan sesuatu yang manis untuk dimakan. Baking, memiliki banyak manfaat terutama bila dilakukan untuk orang lain. Secara psikologis memiliki manfaat luar biasa, berikut di antaranya.

BACA JUGA:

Bolehkah Menikahi Wanita yang Sedang Hamil?

Baking adalah bentuk ekspresi diri dan komunikasi yang produktif

"Baking sangat menguntungkan bagi seseorang untuk membiarkan ekspresi kreatif mereka keluar," kata profesor ilmu psikologis dan otak di Universitas Boston, Donna Pincus. "Ada banyak literatur yang berhubungan dengan ekspresi kreatif dan kesejahteraan secara menyeluruh. Entah dari ekpresi yang disalurkan lewat lukisan, musik, atau membuat roti (baking). Ada rasa lega yang sulit dideskripsikan bagi mereka yang menjalani, baking semacam wadah untuk mengekspresikan diri."

Stres sendiri berhubungan dengan sejumlah masalah mental dan fisik, jadi bagus sekali bila seseorang punya cara yang tepat untuk mengatasi stres yang mereka alami dengan membuat kue. Itu penting untuk menjalani hidup sehat.

Mengungkapkan perasaan kepada seseorang

Saat membuat kue untuk seseorang timbul hasrat untuk mengkomunikasikan perasaan kepada orang tersebut. Susan Whitbourne, profesor ilmu psikologis dan otak di University of Massachusetts, menunjuk bahwa berdasarkan norma budaya, membuatkan makanan untuk orang tercinta yang pernah mengisi kehidupan bisa mengkomunikasikan apa yang ingin diungkapkan. "Cara ini bisa membantu orang-orang yang kesulitan mengekspresikan perasaan mereka lewat kata-kata untuk menunjukkan rasa terima kasih, apresiasi, atau simpati dengan kue yang dibuat."

Julie Ohana, seorang pekerja sosial klinis berlisensi dan ahli terapi kuliner, mengatakan di beberapa kebudayaan, di banyak negara, makanan bisa benar-benar dihasilkan lewat.ekspresi cinta, dan itu indah sekali.

BACA JUGA:

Mengenal Jenis Kelamin Bayi dari Bentuk Perutnya

Membuat kue untuk seseorang adalah bentuk perhatian penuh

Kita semua pernah mendengar tentang manfaat meditasi dan perhatian - meningkatkan kebahagiaan dan mengurangi stres. "Membuat kue sebenarnya butuh fikus tinggi. Anda harus menakar resep, membuat adonan dan menghias. Jika Anda berfokus pada aroma dan rasa, makan kue tidak akan enak dilihat. Maka untuk membuat kue yang sempurna dibutuhkan perhatian penuh. Cara ini secara tidak sadar dapat mengurangi stres," jelas Pincus.

Membuat kue juga bisa membantu meringankan perasaan sedih. John Whaite, seorang baker yang memenangkan The Great British Bake Off pada tahun 2012, secara terbuka mengatakan bahwa baking telah membantu dia mengatasi depresi.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini