nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beralih ke Rokok Elektrik Tak Menjamin Kesehatan Aman 100 Persen

Vessy Frizona, Jurnalis · Sabtu 27 Januari 2018 18:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 27 481 1851135 beralih-ke-rokok-elektrik-tak-menjamin-kesehatan-aman-100-persen-GQfh7e426d.jpg

ROKOK elektrik atau yang dikenal dengan sebutan vape dianggap sebagai solusi yang dapat membantu ketergantungan perokok aktif dari kecanduan nikotin. Namun, apakah benar dengan mengganti rokok biasa dengan vape kesehatan dapat dipastikan aman 100 persen?

Berdasarkan penjelasan Dr. drg, Amalya, MSc., PhD., selaku Pemerhati Kesehatan Publik Indonesia (YKPK Indonesia), adanya vape diharapkan dapat menjadi solusi bagi para pecandu rokok yang ingin berhenti dari kecanduan nikotin yang merupakan zat berbahaya.

"Nikotin yang terkandung dalam rokok mengandung zat kimia berbahaya yang dapat merusak kesehatan. Seperti berbagai jenis batuk, jantung, paru-paru, kanker, dan lain sebagainya. Pembakarannya menghasilkan 'sampah' yang masuk ke tubuh," ungkap dokter Amalya saat ditemui Okezone dalam acara bertajuk Asap VS Uap yang digelar Radio Trijaya, Sabtu (27/1/2018).

Hasil akhir dari menghisap vape dan rokok pun berbeda. Rokok biasa menghasilkan asap yang mengandung 4000 zat berbahaya, salah satunya tar, zat yang juga dihasilkan dari pembakaran kayu, batu bara, dan knalpot kendaraan bermotor.

Sedangkan bila menghisap vape, 'sampahnya' tidak banyak yang masuk ke dalam tubuh karena prosesnya tidak melalui pembakaran menghasilkan zat berbahaya bagi tubuh, yaitu tar yang tadi telah disebutkan. Hasil akhir dari proses hisap wujudnya berupa uap. Namun bukan berarti menghisap vape dijamin aman 100 persen bagi kesehatan.

(Baca Juga: Terungkap! Rokok Berfilter Ternyata Lebih Berbahaya)

"Rokok elektrik tetap mengandung nikotin. Hanya saja bila bahaya kesehatan yang ditimbulkan dari rokok biasa adalah 100 persen, maka bahaya kesehatan dari menghisap vape berkurang 95 persen. Berarti risikonya bagi kesehatan hanya 5 persen," jelasnya lebih lanjut.

(Baca Juga: Aplikasi Facebook Hentikan Kebiasaan Merokok)

Ini bukan menunjukkan vape dijamin aman bagi kesehatan. Vape tetap berisiko hanya persentasenya saja yang berkurang. Setidaknya vape sedikit lebih aman sehingga membantu orang-orang kecanduan rokok yang ingin berhenti tapi susah.

Akan tetapi, kemunculan vape yang dianggap sebagai solusi mudah untuk membantu orang berhenti merokok, nyatanya justru menjadi gerbang masuk perokok baru, yang mana mereka coba-coba merokok diawali dengan menghisap vape.

"Kalau vape dipakai untuk pilihan alternatif bagi yang ingin merokok itu tidak boleh. Tujuan vape sangat mulia, yaitu membantu orang yang kecanduan rokok. Sebaiknya dipergunakan untuk perokok yang mau berhenti," imbaunya.

Dokter Amalya membantah vape dianggap sebagai gerbang masuknya perokok baru. “Nasional Academic of Amerika menyebut bahwa vape tidak menjadi pemicu memulainya perokok baru," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini