nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aneh, Pulau Tak Berpenghuni Ini Selalu Diselimuti Awan Tebal

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 30 Januari 2018 16:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 30 406 1852111 aneh-pulau-tak-berpenghuni-ini-selalu-diselimuti-awan-tebal-YkbhXgnlAw.jpg Litla Dimun (Foto: Amusingplanet)

LITLA Dimun, nama pulau yang satu ini pastilah terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Tapi, sisi misterius dari pulau kecil yang berada di kawasan Kepulauan Faroe sungguh teramat menarik untuk dikulik.

Kepulauan Faroe yang ada di antara Skotlandia dan Islandia tersebut memiliki arti nama Kepulauan Domba, sesuai dengan kondisinya yang hanya dihuni oleh kerumunan domba-domba tanpa manusia. Melansir dari Amusing Planet, Selasa (30/1/2018), pulau kecil yang memiliki luas 100 hektar tersebut menjadi satu-satunya pulau yang tidak berpenghuni di kawasan Kepulauan Faroe.

Kerumunan domba yang menghuni Litla Dimun sejak zaman kuno telah ada dan disebut-sebut dalam karya Faereyinga Saga (Saga of the Faroese) pada abad ke 13. Kemisteriusan Litla Dimun juga digambarkan dengan kejadian yang bikin orang tercengang.

http://lh5.ggpht.com/-0LdD5-zNvZY/TsX3b6MgkOI/AAAAAAAASFY/TCnWzAV4xjU/litla-dimun-8%25255B2%25255D.jpg?imgmax=800

Bagaimana tidak, pulau yang tampak seakan melayang di atas air tersebut kerap terlihat ditutupi awan di atasnya. Bahkan, awan tersebut terlihat seperti topi, yang hanya menutupi bagian atas saja. Awan putih nampak bak kapas raksasa yang melindungi pulau dari terik matahari.

Pulau ini berbentuk tebing dengan bagian atas yang tampak seperti puncak menyempit. Awan yang menyelimutinya disebut lenticular karena berbentuk seperti lensa. Keadaannya yang miring dan berupa tebing memang tidak memungkinkan untuk dihuni oleh manusia.

litla-dimun-7

Selain bidangnya miring dan tebing, untuk bisa menjangkau daratannya cukup sulit dan hanya bisa dilakukan saat cuaca cerah saja. Manusia yang hendak mengunjunginya bisa memanjat tebing pulau dengan bantuan tali dan tentu dibutuhkan fisik yang prima serta tenaga ekstra untuk mendaki tebing.

Dalam foto, saat cuaca cerah tanpa tertutup awan, pulau tampak begitu memukau dengan sedikit warna hijau tumbuhan di permukaan tebingnya. Namun, ketika awan lenticular menutupi bagian atasnya, kesan misterius pun langsung terasa.

Pada musim dingin, salju juga turut menyelimuti permukaan daratan pulau. Akan tetapi, salju tidak sepenuhnya menutupi pulau, undakan yang ada di pulau membuat garis tipis-tipis seperti membatasi salju dari bagian yang lebih rendah.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini