nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terjadi 152 Tahun Sekali, Arief Yahya Imbau Masyarakat Lihat Super Blue Blood Moon

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Selasa 30 Januari 2018 22:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 30 406 1852402 terjadi-152-tahun-sekali-arief-yahya-imbau-masyarakat-lihat-super-blue-blood-moon-ubX142fvFz.jpg Fenomena Super Blue Blood Moon (Foto: NASA)

TANGGAL 31 Januari 2018 adalah hari yang dinanti oleh banyak orang di berbagai belahan dunia. Bagaimana tidak, hari Rabu besok akan terjadi fenomena langka nan menarik untuk disaksikan.

Super Blue Blood Moon adalah sebuah fenomena langka yang terjadi lebih dari 100 tahun sekali. Bahkan terakhir kali terjadi pada 1866 atau 152 tahun yang lalu.

Fenomena ini terjadi saat Gerhana Bulan Total bertepatan dengan supermoon, blue moon, dan blood moon. Proses terjadinya Gerhana Bulan Total akan dimulai pukul 18.48 WIB. Kemudian akan berlanjut hingga berakhir pada pukul 23.08 WIB.

Menanggapi fenomena langka yang akan terjadi lagi besok, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak masyarakat untuk menyaksikan Super Blue Blood Moon.

 (Baca Juga: Beauty Vlogger Pakai Foundation Mahal Vs Murah, Ternyata Hasilnya Mengejutkan!)

"Ini fenomena yang istimewa. Terjadi 152 tahun lalu dan akan terjadi lagi 192 tahun yang akan datang. Kalau enggak nonton sayang (sekali)," ujar Arief Yahya di hadapan awak media di Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Menurutnya, yang membuat istimewa adalah terjadinya beberapa fenomena dalam satu waktu. Ia juga mengatakan jika fenomena ini lebih tepat disebut Gerhana Supermoon Total.

"Lebih tepat gerhana supermoon total, karena ada empat hal yang terjadi. Gerhana bulan, supermoon, blood moon, dan blue moon. Blue moon artinya gerhana kedua yang terjadi di bulan ini," lanjutnya.

 (Baca Juga: Tips Rencanakan Liburan Seru ala Artika Sari Devi)

Oleh karena fenomena yang cukup langka dan mengingat usia manusia yang tak bisa diprediksi, Arief Yahya mengimbau masyarakat untuk menyaksikan Super Blue Blood Moon, setidaknya sekali seumur hidup.

"Terakhir terjadi 152 tahun yang lalu dan akan terjadi 192 tahun lagi. Jadi kalau enggak lihat tahun ini enggak akan bisa lihat lagi," pungkasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini