Catat! 4 Mitos Tentang Kusta yang Tidak Boleh Anda Percaya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 30 Januari 2018 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 30 481 1852154 catat-4-mitos-tentang-kusta-yang-tidak-boleh-anda-percaya-zON9LEO5WV.jpg Kusta (foto: Dok.Okezone)

KETIKA Anda mendengar kusta, mungkin yang ada di pikiran Anda adalah penyakit yang menjijikan. Mereka yang menderita penyakit ini bagian tubuhnya ada yang hilang dan banyak luka di badannya.

Pemikiran semacam ini sudah tidak boleh lagi ada di pikiran Anda! Yang mesti Anda ketahui bahwa penyakit ini bisa sembuh dan jika pasien mengonsumsi obat kusta dengan baik, maka dia tidak akan menularkan penyakit tersebut ke orang lain. Jadi, ya jangan takut bersosialisasi dengan para orang yang pernah menderita kusta (OYPMK).

 BACA JUGA:

Manfaat Kandungan Asam pada Produk Perawatan Wajah, Mulai dari Retinol hingga Asam Salisilat

Namun, kita tidak bisa menutup mata bahwa stigma buruk ini masih berkembang biak dengan baik di masyarakat. Setiap ada orang dengan kusta, biasanya akan dijauhkan. Mereka para penderita sebetulnya merasa tidak nyaman dengan hal tersebut.

"Perlu ditegaskan bahwa para OYPMK ketika dinyatakan oleh dokter sembuh total dari penyakit kusta, maka Anda tidak perlu khawatir untuk menjabat tangannya," ucap Direktur P2PML Kementeria Kesehatan RI dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, pada awak media saat jumpa pers Dalam Rangka Peringatan Hari Kusta Sedunia 2018, di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Selasa (30/1/2018).

Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin RSCM Dr. dr. Sri Linuwih Menaldi, SpKK, menjelaskan bahwa ada 4 mitos kusta yang masih beredar luas di masyarakat Indonesia khususnya. Apa saja mitos itu?

Kusta adalah penyakit kutukan

Ini adalah stigma yang sangat salah. Tidak ada yang namanya kutukan dan kusta bukan penyakit kutukan. Para penderita kusta sudah sewajarnya diberikan semangat dan juga dorongan untuk terus sembuh agar kondisinya membaik. Bukannya malah dijejali stigma seperti ini.

Kusta adalah penyakit guna-guna yang diturunkan

Mungkin, jika ahli medis mengambil intindari stigma buruk ini adalah kusta memang penyakit menular, tetapi bakteri kusta tidak dapat mudah ditularkan. Jadi, bisa dikatan bahwa penyakit ini bukan penyakit yang bisa langsung terdampak.

Kemudian, terkait dengan penyakit turunan, karena penyakit ini menular, dan memang ada kemungkinan besar penderita kusta menularkannya ke anggota keluarga lainnya, terlebih pada mereka yang daya tahan tubuhnya sangat lemah. Jadi, bukannya karena guna-guna!

Kusta adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan

Stigma ini juga salah! Penyakit kusta (bakteri penyebabnya) bisa disembuhkan, tetapi pada penderita kusta yang sudah cacat, mereka memang tidak akan memiliki anggota tubuh yang sempurna lagi.

Nah, kesalahan masyarakat menilai kasus ini adalah kusta menyebabkan cacat dan penyakit ini pun dicap penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Padahal, yang benarnya adalah meski beberapa penderita kusta sudah cacat, mereka banyak yang sudah dinyatakan sembuh. Hanya saja tanda atau bekas penyakitnya akan permanen yaitu kecacatan.

 BACA JUGA:

Pramugari Diwajibkan Berpakaian Muslimah di Aceh, Siapkah Maskapai?

Kusta adalah penyakit menjijikan!

Stigma semacam ini perlu dibuang jauh-jauh. Telah dijelaskan di atas di mana kusta itu bisa disembuhkan, maka seharusnya pernyataan negatif semacam ini tidak lagi dipercaya. Memang secara visual, kebanyakan penderita kusta telah cacat, tapi mereka juga tetap manusia dan kalau sudah dinyatakan sembuh, ya, tidak usah dijauhi.

Satu hal lagi, banyak juga penderita kusta yang sembuh sebelum cacat. Jadi, para penderita kusta juga harus ketahui hal ini. Maka dari itu, sangat penting rasanya jika Anda mendeteksi seja dini masalah ini.

Kalau sudah muncul bercak putih atau merah yang mati rasa, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat! Semakin Anda mengulur waktu dan menolak kenyataan, maka penyakit itu bakal terus tumbuh dan cacat adalah dampak terburuknya!

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini