nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jumlah Pendaki Gunung Merapi Turun Drastis

Agregasi Antara, Jurnalis · Rabu 31 Januari 2018 16:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 31 406 1852735 jumlah-pendaki-gunung-merapi-turun-drastis-m7tbhFvniy.jpg

BOYOLALI - Jumlah pendaki ke puncak Gunung Merapi melalui jalur Desa Lencoh, Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada musim hujan saat ini, mengalami penurunan drastis.

“Jumlah pendaki selama sepekan ini, pada musim hujan rata-rata hanya mencapai 100 orang, sedangkan sebelumnya bisa sampai 200 hingga 300 orang per minggu," kata Samsuri, petugas jaga retribusi pendakian dari Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), di Desa Lencoh Boyolali, Rabu (31/1/2018).

"Namun, jumlah pendaki jika kondisi lereng Gunung Merapi cuacanya cerah, dan bersama event atau saat menyambut malam Tahun Baru 2018, misalnya bisa mencapai 800 hingga 1.000 pendaki," kata Samsuri.

Menurut Samsuri, kegiatan pendakian rata-rata per hari ada antara 10 hingga 20 orang. Mereka datang dari sejumlah daerah Yogyakarta, Solo, Semarang, dan daerah Jateng lainnya.

Namun, kata dia, petugas jaga di pintu pendakian sekarang lebih memperketat terutama soal perlengkapan untuk pendakian dan perbekalan yang cukup.

"Kami juga kadang melarang pendaki berangkat melakukan pendakian saat hujan turun. Hal ini, untuk menjaga keselamatan para pendaki jika ada hujan badai di puncak Merapi," katanya.

Setiap pengunjung yang akan melakukan pendakian ke puncak Merapi harus mendaftarkan terlebih dahulu identitas mereka dan petugas juga mengecek barang bawaannya harus lengkap semuanya karena untuk mengantisipasi jika terjadi apa-apa saat perjalanan.

Setiap pendaki ke Merapi seperti biasa hanya ditarik retribusi sebesar Rp16.000 untuk pada hari biasa, dan Rp18.500 per orang pada hari libur atau malam minggu.

Kepala BTNGM Resort Selo, Suwignya, menambahkan, pihaknya juga menyoroti masih seringnya pendaki yang tidak membawa peralatan yang memadai. Pendaki masih ada hanya bermodal jaket dengan sandal jepit, dan logistik sekadarnya tanpa membawa tenda.

(Baca Juga: Ada 5 Gunung Api Paling Aktif di Dunia, Berikut Daftar dan Faktanya!)

Hal tersebut, kata dia, sangat berisiko bagi pendaki sendiri. Hal ini, dapat dilihat dari pengalaman kasus beberapa waktu lalu, dimana ada pendaki yang tersesat tanpa membawa peralatan atau logistik.

"Kami masih sering melihat ada pendaki memakai sandal jepit. Namun, kami juga sudah sosialisasi agar pendaki membawa peralatan standar," katanya.

(Baca Juga: 10 Gunung Berkekuatan Super yang Ada di Dunia)

Oleh karena itu, pihaknya hingga saat ini sudah mulai diperketat kegiatan pendakian ke Merapi. Pendaki diharuskan mengisi biodata dan meninggalkan identitas. Peralatan dan logistik juga harus didata dan didaftarkan ke petugas.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini