nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Museum hingga Tempat Pengungsian, "Tempat Wisata" Pilihan Angelina Jolie & Keluarga

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 01 Februari 2018 04:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 31 406 1852878 museum-hingga-tempat-pengungsian-tempat-wisata-pilihan-angelina-jolie-keluarga-bCOZQMTcUK.jpg Pilihan wisata keluarga Angelina Jolie (Foto:Travelleisure)

SETIAP orangtua rasanya pernah mengajak anak-anak mereka mengunjungi sebuah objek wisata. Hal yang sama dilakukan pula oleh artis Hollywood, Angelina Jolie. Kemarin ia dikabarkan mengajak keenam anaknya yaitu Maddox, Zahara, Pax, Shiloh, serta si kembar Knox dan Vivienne untuk mengunjungi Museum Louvre di Paris.

Melansir Travel and Leisure, Kamis (1/2/2018), penampilan Jolie terlihat sangat chic tatkala berjalan menuju pintu masuk museum. Artis yang memiliki bibir seksi itu mengenakan gaun dan kacamata berwarna hitam, lipstik merah menyala, dan sepatu hak tinggi. Dengan pilihannya itu, ia menunjukkan sisi glamor yang mengundang decak kagum.

loading...

BACA JUGA:

Berkhasiat, Seliter Ekstrak Buah Merah Papua Dibanderol Rp400 Ribu

Keputusan Jolie untuk mengajak anak-anaknya mengunjungi museum bisa dikatakan sebagai sesuatu yang mendidik. Di sana keenam anaknya mendapatkan pengalaman berbeda dan penambahan wawasan. Sebelumnya, mantan istri Brad Pitt itu juga mengajak kedua anaknya Zahara dan Shiloh merasakan perjalanan yang tidak biasa yaitu mengunjungi kamp pengungsi Zataari di Yordania.

Bersama kedua anaknya, artis berusia 42 tahun itu bertemu dengan pengungsi Suriah dan ikut serta dalam proyek TIGER (These Inspiring Girls Enjoy Reading). "Hari ini, mereka (kedua anaknya) telah menghabiskan waktu untuk berbicara dan bermain dengan anak-anak seusia mereka yang telah dipaksa pergi dari rumahnya dan menghadapi kenyataan jikalau anggota keluarganya hilang atau terbunuh,” papar Jolie kepada wartawan.

BACA JUGA:

Jumlah Pendaki Gunung Merapi Turun Drastis

Dengan kunjungannya itu, Jolie berharap kedua anaknya bisa berempati kepada orang lain yang seusia dengan mereka. “Anak-anak tidak ikut berjuang dalam perang namun mereka merasakan trauma dan penyakit. Anak-anak di pengungsian ini layak memiliki harapan dan hak yang sama dengan anak-anak dari negara lain,” terangnya.

Selain itu, perempuan berambut panjang itu juga merasa sedih karena hingga kini masih banyak penduduk Suriah yang mengungsi. "Setelah tujuh tahun perang, sebagian besar pengungsi Suriah telah kehabisan tabungan dan hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka memiliki pendapatan kurang dari tiga dolar sehari. Anda bisa bayangkan apa itu artinya, makanan keluarga tidak tercukupi, anak-anak tidak bisa mendapatkan perawatan medis, gadis-gadis muda rentan terhadap pernikahan dini, dan banyak orang yang menghadapi musim dingin tanpa tempat tinggal yang layak,” pungkas Jolie.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini